Ibu Hamil di Papua Tewas Usai Ditampung Empat Rumah Sakit

- Rabu, 26 November 2025 | 07:15 WIB
Ibu Hamil di Papua Tewas Usai Ditampung Empat Rumah Sakit
Kronologi Tragis Ibu Hamil di Papua

Nyawa yang Tak Tertolong: Kisah Pilu Ibu Hamil di Papua

Sebuah tragedi yang menyayat hati terjadi di Papua. Irene Sokoy, seorang ibu hamil, meninggal dunia setelah ditolak empat rumah sakit berbeda. Kisahnya memantik keprihatinan mendalam tentang sistem kesehatan di wilayah timur Indonesia.

Menurut keterangan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, peristiwa ini terjadi pada pertengahan November 2025. Irene disebutkan mengalami kesulitan melahirkan secara normal karena kondisi fisiknya.

"Dari informasi yang kami kumpulkan, pasien pertama kali datang ke rumah sakit, tapi dokternya sedang cuti. Tidak ada yang bisa menanganinya," ujar Ben, menjelaskan awal petaka ini.

Ia melanjutkan dengan nada prihatin. Masalahnya ternyata cukup kompleks. Panggul Irene terlalu kecil untuk melahirkan normal, sementara berat bayinya tergolong besar. Situasi yang seharusnya bisa ditangani dengan operasi caesar.

"Berat badan bayinya sudah besar. Saat itu sudah disarankan bahwa pasien ini harus operasi, tidak bisa lahir normal karena berat bayi lebih besar daripada panggulnya," tutur Ben.

Namun begitu, perjalanan Irene tidak berhenti di situ. Dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain ia berpindah, mencari pertolongan. Hingga akhirnya sampai di fasilitas kesehatan yang memiliki alat memadai.

Tapi sayangnya, waktu sudah terlambat. Kondisi gawat janin terjadi, dan nyawa Irene tidak tertolong. "Nah, itulah yang terjadi, waktu dia pindah lagi ke rumah sakit yang lainnya, terjadi gawat janin, akhirnya terjadi itu," kenang Ben dengan suara berat.

Di sisi lain, muncul fakta lain yang cukup mengusik. Salah satu rumah sakit disebut meminta keluarga Irene membayar uang muka Rp 4 juta dengan alasan kamar BPJS penuh. Masalah ini sekarang sedang diselidiki Kemenkes.

"Ada masalah dengan pelayanan di satu tempat, di mana rumah sakit itu punya alasan bahwa kelas tiganya penuh. Itu sedang kita investigasi," tegasnya.

Ben juga meminta publik tidak terburu-buru menyalahkan pihak rumah sakit. "Kasihan kalau kita langsung menghakimi, padahal mungkin mereka sudah bekerja mati-matian. Lebih baik kita tunggu hasil investigasi," tambahnya.

Merespon tragedi ini, Kementerian Kesehatan pun bergerak cepat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam melihat nyawa melayang sia-sia.

"Saya sudah kirim tim. Jadi kemarin koordinasi sama Pak Menteri Dalam Negeri ke Papua. Sekarang timnya sedang memeriksa kondisi di Papua itu seperti apa dan apa yang harus diperbaiki," ujar Budi.

Kini yang tersisa adalah pertanyaan besar. Bagaimana bisa di era modern seperti ini, seorang ibu hamil harus berpindah-pindah rumah sakit hingga nyawanya tak tertolong? Investigasi masih berlangsung, sementara keluarga Irene berduka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar