ASDP Terapkan Pola Khusus dan Tambah Armada untuk Atasi Antrean Gilimanuk

- Senin, 16 Maret 2026 | 04:45 WIB
ASDP Terapkan Pola Khusus dan Tambah Armada untuk Atasi Antrean Gilimanuk

Antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, akhirnya mulai menemukan titik terang. Upaya mengurai kemacetan itu datang dari seberang selat, tepatnya di Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Mulai Minggu (15/3/2026) kemarin, dermaga itu memberlakukan pola penuh "tiba bongkar berangkat" atau TBB khusus untuk kapal-kapal perbantuan.

Intinya sederhana: begitu kapal feri sandar di Dermaga III, proses bongkar muatan langsung dilakukan. Tapi, tidak ada proses muat dari Ketapang. Kapal itu langsung berbalik arah, kembali ke Gilimanuk untuk menjemput kendaraan lain yang masih mengantre. Pola ini diharapkan bisa mempercepat putaran kapal, sehingga armada bisa bolak-balik lebih cepat.

Menurut Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, langkah ini adalah bagian dari strategi percepatan layanan. Terutama menyambut lonjakan volume kendaraan jelang penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.

"Pemberlakukan pola penuh TBB di Dermaga III Pelabuhan Ketapang mulai diterapkan hari ini," jelas Windy dalam keterangannya di Banyuwangi.

Di sisi lain, untuk menopang pola baru ini, jumlah armada juga ditingkatkan. Windy mengungkapkan, dari biasanya 28 kapal, kini ada 35 kapal yang beroperasi nonstop selama 24 jam. Penambahan tujuh kapal ini diharapkan bisa mendongkrak kapasitas angkut secara signifikan.

"Dengan armada yang bergerak nonstop, proses penyeberangan bisa lebih cepat. Antrean kendaraan pun diharapkan terurai bertahap," tambahnya.

Namun begitu, upaya tak cuma bertumpu pada penambahan kapal. Di lapangan, koordinasi intensif terus digalang. ASDP bersama KSOP, Kepolisian, TNI, dan pemerintah daerah berusaha keras mengatur lalu lintas di kawasan pelabuhan agar tetap terkendali. Tujuannya satu: memastikan pergerakan kendaraan, baik pemudik maupun logistik, bisa berjalan semulus mungkin.

Dukungan infrastruktur juga cukup mumpuni. Lintasan Ketapang-Gilimanuk didukung 17 dermaga aktif. Yang menarik, dermaga LCM secara khusus difokuskan untuk melayani kendaraan logistik. Pemilahan ini penting, agar arus truk barang tidak bercampur dan mengganggu arus kendaraan penumpang yang biasanya lebih padat.

Memang, peningkatan pergerakan ini sudah bisa ditebak. Menjelang penutupan layanan penyeberangan dari Gilimanuk pada 18–20 Maret 2026 untuk Nyepi, gelombang pemudik dan pengiriman barang logistik meningkat drastis. Situasi inilah yang memicu antrean panjang di sisi Bali.

Menyadari ketidaknyamanan yang terjadi, Windy pun menyampaikan permintaan maaf. "ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa," tutupnya. Harapannya, dengan berbagai terobosan ini, antrean bisa segera menyusut dan perjalanan mudik pun bisa lebih lancar.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar