Antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, akhirnya mulai menemukan titik terang. Upaya mengurai kemacetan itu datang dari seberang selat, tepatnya di Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Mulai Minggu (15/3/2026) kemarin, dermaga itu memberlakukan pola penuh "tiba bongkar berangkat" atau TBB khusus untuk kapal-kapal perbantuan.
Intinya sederhana: begitu kapal feri sandar di Dermaga III, proses bongkar muatan langsung dilakukan. Tapi, tidak ada proses muat dari Ketapang. Kapal itu langsung berbalik arah, kembali ke Gilimanuk untuk menjemput kendaraan lain yang masih mengantre. Pola ini diharapkan bisa mempercepat putaran kapal, sehingga armada bisa bolak-balik lebih cepat.
Menurut Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Windy Andale, langkah ini adalah bagian dari strategi percepatan layanan. Terutama menyambut lonjakan volume kendaraan jelang penutupan operasional penyeberangan saat Hari Raya Nyepi.
Di sisi lain, untuk menopang pola baru ini, jumlah armada juga ditingkatkan. Windy mengungkapkan, dari biasanya 28 kapal, kini ada 35 kapal yang beroperasi nonstop selama 24 jam. Penambahan tujuh kapal ini diharapkan bisa mendongkrak kapasitas angkut secara signifikan.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Berkedok Toko Pulsa dan Warung Sembako di Depok-Jaksel
Kemenpora Dukung Penuh Penyelenggaraan Volleyball Champions League 2026 di Pontianak
Kapolri: Presiden Perintahkan Pengusutan Tuntas Kasus Penyiraman Aktivis Andrie Yunus
Persib Kokoh di Puncak Klasemen Jelang Lanjutan Liga 1