Tertekan Aksi Ambil Untung
Namun begitu, pesta kenaikan itu tidak dirasakan semua emiten. Di sisi lain, tekanan jual cukup kuat membayangi sejumlah saham yang masuk jajaran top losers.
XSSI Sinarmas Asset Management memimpin pelemahan dengan koreksi 15 persen. Saham PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) juga ikut terpuruk, turun 12,57 persen. Tampaknya, kekhawatiran investor terhadap pemulihan kinerja pascamomen libur akhir tahun, plus sikap wait and see terhadap sektor properti dan hospitality, masih membebani.
Pelemahan juga terjadi di sektor tekstil. Saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) melemah 10 persen, diduga dipengaruhi sentimen tekanan biaya produksi dan tantangan permintaan global. Sementara itu, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) terkoreksi 9,92 persen, terdampak aksi jual lanjutan yang kerap terjadi pada saham berlikuiditas terbatas.
Adapun saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) turun 9,76 persen. Kinerja keuangan dan proses restrukturisasi yang masih menjadi perhatian pasar rupanya membuat investor memilih untuk bersikap hati-hati.
Begitulah sekilas gambaran pasar di awal tahun. Naik turunnya saham-saham ini menunjukkan betapa sentiment dan aksi teknis masih sangat berperan, setidaknya untuk sementara waktu.
Artikel Terkait
Analis Prediksi Harga Minyak Bisa Tembus US$116 per Barel Pekan Depan
OPEC+ Naikkan Kuota Produksi, Namun Gangguan di Selat Hormuz Hambat Realisasi
Indonesia dan Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Jasa Instalasi Perairan untuk Ekspansi Migas
Analis Proyeksi Harga Minyak Bisa Tembus USD116 per Barel Pekan Depan