Pasar 2026 Dibuka dengan Drama: Transportasi Melaju, Saham-Saham Ini Terguncang

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 12:15 WIB
Pasar 2026 Dibuka dengan Drama: Transportasi Melaju, Saham-Saham Ini Terguncang

Hari pertama bursa di tahun 2026 dibuka dengan suasana yang cukup dinamis. Seperti biasa setelah libur panjang, aksi penyesuaian portofolio dan spekulasi jangka pendek mendominasi aktivitas perdagangan. Hal ini, tak pelak, menciptakan pergerakan yang cukup tajam untuk beberapa saham baik yang melesat ke atas maupun yang terjun bebas.

Secara keseluruhan, indeks memang ditutup di zona hijau. Tapi yang menarik, sektor transportasi jadi primadona dengan penguatan cukup signifikan, mencapai 6,56 persen. Sektor konsumer dan energi juga tak mau kalah, masing-masing naik 3,47 persen dan 3,33 persen.

Nah, kalau lihat daftar top gainers, ada beberapa nama yang kinclong banget. Memimpin papan atas adalah saham PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) yang melonjak 33,77 persen ke level Rp206. Sentimen optimis terhadap prospek bisnis maritim dan logistik nasional disebut-sebut jadi pendorongnya, seiring harapan akan peningkatan aktivitas distribusi dan proyek infrastruktur di awal tahun.

Di posisi berikutnya, saham PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menguat 25 persen ke harga Rp850. Sektor barang konsumsi memang sering dianggap defensif, dan rupanya investor masih nyaman menaruh dananya di sana di fase awal tahun seperti sekarang.

Lonjakan serupa juga terjadi pada saham PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), yang naik 25 persen ke Rp310. Saham pelayaran berkapitalisasi kecil seperti ini kerap jadi sasaran akumulasi investor di awal periode perdagangan. Produk investasi XPTD Panin Asset Management pun ikut merasakan manisnya kenaikan maksimal 25 persen.

Tak ketinggalan, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) juga catatkan penguatan 24,81 persen. Sentimen prospek pengangkutan energi dan komoditas yang dinilai masih solid di tahun 2026 turut mendongkraknya.

Tertekan Aksi Ambil Untung

Namun begitu, pesta kenaikan itu tidak dirasakan semua emiten. Di sisi lain, tekanan jual cukup kuat membayangi sejumlah saham yang masuk jajaran top losers.

XSSI Sinarmas Asset Management memimpin pelemahan dengan koreksi 15 persen. Saham PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) juga ikut terpuruk, turun 12,57 persen. Tampaknya, kekhawatiran investor terhadap pemulihan kinerja pascamomen libur akhir tahun, plus sikap wait and see terhadap sektor properti dan hospitality, masih membebani.

Pelemahan juga terjadi di sektor tekstil. Saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) melemah 10 persen, diduga dipengaruhi sentimen tekanan biaya produksi dan tantangan permintaan global. Sementara itu, PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) terkoreksi 9,92 persen, terdampak aksi jual lanjutan yang kerap terjadi pada saham berlikuiditas terbatas.

Adapun saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) turun 9,76 persen. Kinerja keuangan dan proses restrukturisasi yang masih menjadi perhatian pasar rupanya membuat investor memilih untuk bersikap hati-hati.

Begitulah sekilas gambaran pasar di awal tahun. Naik turunnya saham-saham ini menunjukkan betapa sentiment dan aksi teknis masih sangat berperan, setidaknya untuk sementara waktu.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar