MURIANETWORK.COM - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) berduka atas meninggalnya Bima Kurniawan, salah seorang direktur perusahaan, pada 14 Februari 2026. Pengumuman resmi disampaikan manajemen melalui keterbukaan informasi ke bursa, Rabu (18/2/2026). Untuk mengisi kekosongan posisi direksi tersebut, perusahaan akan segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Bima Kurniawan tercatat telah bergabung dengan perseroan sejak 2019, namun baru menduduki posisi di jajaran direksi pada November 2023. Kepergiannya tentu menjadi kehilangan bagi perusahaan di tengah catatan kinerja operasional yang sedang menunjukkan tren positif.
Pengumuman Resmi dan Rencana Penggantian
Dalam keterangan resmi yang dirilis, perusahaan secara resmi mengonfirmasi kabar duka tersebut.
“Perseroan memberitahukan bahwa Bima Kurniawan selaku Direktur Perseroan telah meninggal dunia,” tulis Direktur ITSEC Asia, Doni Mora, dalam keterbukaan informasi tersebut.
Menyusul peristiwa ini, langkah perusahaan selanjutnya adalah mempersiapkan proses suksesi. Manajemen CYBR telah menyatakan bahwa perubahan susunan pengurus akan diputuskan melalui mekanisme RUPS, yang rencananya akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Langkah ini diambil untuk memastikan kelangsungan tata kelola perusahaan tetap berjalan dengan stabil.
Kinerja Perusahaan yang Mengalami Perbaikan
Di tengah suasana duka, laporan keuangan CYBR justru menunjukkan pergerakan yang cukup menggembirakan. Hingga akhir kuartal ketiga tahun 2025, perseroan berhasil membalikkan performanya dengan membukukan laba bersih sebesar Rp11,5 miliar. Angka ini merupakan lompatan signifikan dari kondisi periode yang sama tahun sebelumnya, yang masih mencatatkan rugi bersih Rp42,0 miliar.
Secara persentase, pencapaian ini merepresentasikan pertumbuhan luar biasa sebesar 1.247 persen secara tahunan. Adapun laba bersih per saham (EPS) yang berhasil dicatatkan adalah sebesar Rp1,72. Pemulihan kinerja ini memberikan sinyal positif bagi prospek perusahaan ke depannya.
Dukungan dari Proyek Strategis Jangka Panjang
Fundamental yang membaik tersebut juga didukung oleh perolehan kontrak strategis bernilai tinggi. Sebelumnya, CYBR berhasil mengamankan kontrak senilai USD60 juta untuk menyelenggarakan pelatihan di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan. Mitra dalam kerja sama ini adalah PT Republik Technetronic Nusantara, sebuah penyedia layanan untuk Kementerian Pertahanan.
Kontrak jangka panjang ini akan dilaksanakan oleh anak usaha CYBR, yaitu PT ITSEC Cyber Academy, dengan masa pelaksanaan program direncanakan selama empat tahun. Keberhasilan meraih proyek pemerintah semacam ini tidak hanya memberikan kontribusi finansial yang substansial, tetapi juga memperkuat kredibilitas perusahaan di pasar keamanan digital.
Artikel Terkait
LRT Jabodebek Izinkan Penumpang Berbuka Puasa di Kereta dan Stasiun
Enam Calon Emiten Tunda IPO, Tunggu Kejelasan Regulasi BEI
Mentan Pastikan Stok Pangan Sumatera Aman Tiga Bulan Pascabencana
Saham Konglomerasi dengan PBV Rendah Masih Bisa Ditemukan, Ini Daftarnya