Krafton Umumkan Project Windless, RPG Dunia Terbuka Adaptasi Novel Fantasi Korea

- Rabu, 18 Februari 2026 | 21:30 WIB
Krafton Umumkan Project Windless, RPG Dunia Terbuka Adaptasi Novel Fantasi Korea

MURIANETWORK.COM - Krafton secara resmi mengumumkan Project Windless, sebuah game action RPG dunia terbuka yang diadaptasi dari novel fantasi Korea ternama. Game yang dikembangkan oleh Krafton Montréal Studio ini pertama kali ditampilkan lewat trailer di acara Sony PlayStation State of Play. Dibangun dengan Unreal Engine 5, proyek ini menjanjikan pengalaman epik yang berakar pada mitologi Korea kuno.

Mengangkat Warisan Sastra ke Dalam Dunia Digital

Dasar cerita Project Windless bukanlah hal sembarangan. Game ini mengadaptasi "The Bird That Drinks Tears", novel fantasi legendaris karya Lee Yeong-do yang dianggap sebagai salah satu pilar sastra fantasi Korea. Kreator game mengambil pendekatan yang menarik dengan menempatkan latar waktu sekitar 1.500 tahun sebelum peristiwa dalam novel. Dengan kata lain, pemain akan menyelami era mitologi di mana legenda-legenda besar dalam cerita itu justru pertama kali tercipta.

Menjadi Raja Pahlawan di Dunia yang Kaya Ras

Dalam petualangan ini, pemain akan memerankan Hero King, seorang pejuang dari ras Rekon yang mahir menggunakan pedang kembar berbahan bintang. Dunia game dihuni oleh empat ras cerdas yang berbeda Manusia, Rekon, Nhaga, dan Tokkebi masing-masing dengan budaya, motivasi, dan peran tersendiri dalam konflik besar yang mendera dunia. Keberagaman ini bukan sekadar latar belakang, melainkan inti dari dinamika politik dan peperangan yang akan dihadapi.

Gameplay yang Memberi Kuasa Penuh Kepada Pemain

Krafton menekankan bahwa Project Windless adalah sebuah narasi yang digerakkan oleh pilihan pemain. Setiap keputusan, besar atau kecil, diklaim akan memiliki konsekuensi nyata yang mengubah jalannya perang, membentuk aliansi, dan pada akhirnya menulis ulang sejarah dunia itu sendiri. Dari sisi pertarungan, game ini menghadirkan sistem real-time, skill-based combat yang menantang.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar