Indonesia Resmi Duduk di Dewan Perdamaian Dunia, Fokus Kawal Kemerdekaan Palestina

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:20 WIB
Indonesia Resmi Duduk di Dewan Perdamaian Dunia, Fokus Kawal Kemerdekaan Palestina

Indonesia kini resmi duduk di Dewan Perdamaian Dunia. Langkah ini, menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, bukan sekadar formalitas. Ini adalah langkah strategis agar kita punya suara langsung dalam ruang-ruang pengambilan keputusan global.

Keputusan bergabung diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. Ini menegaskan komitmen aktif Indonesia untuk menjaga stabilitas dunia, dengan fokus yang jelas: mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina. Sejak awal, Indonesia memang konsisten menyuarakan hal itu.

Lalu, apa sebenarnya tugas Board of Peace ini? Sugiono memaparkan, badan internasional ini punya peran vital.

“Board of Peace ini merupakan badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi stabilisasi dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza, khususnya di Palestina,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Nah, ketika piagam pembentukannya ditandatangani dalam proses yang relatif cepat, Prabowo pun memutuskan Indonesia harus ada di dalamnya. Alasannya sederhana tapi mendasar: agar kita bisa mengawal arah kebijakan dewan.

Dengan begitu, tujuannya tetap lurus, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara. Kehadiran Indonesia dinilai krusial untuk memberi masukan dan pengaruh politik. Tujuannya satu, agar langkah-langkah yang diambil bukan sekadar wacana, tapi nyata dan berkelanjutan.

“Kehadiran Board of Peace ini adalah langkah yang konkret dan tangible setelah sekian lama, agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Sugiono menegaskan.

Menurutnya, dewan ini menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar pernyataan atau kecaman. Ia menawarkan mekanisme nyata yang memberi harapan realistis bagi perdamaian. Di sisi lain, dibandingkan forum lain, pendekatannya lebih langsung.

Kedepannya, Indonesia akan memaksimalkan keanggotaan ini. Intinya, untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan prinsip keadilan dan stabilitas internasional. Sebuah tugas berat, tapi sudah sepatutnya diemban.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar