Mentan Siapkan Lima Strategi Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino 2026

- Senin, 06 April 2026 | 04:20 WIB
Mentan Siapkan Lima Strategi Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino 2026

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tak menampik adanya kekhawatiran. Peringatan BMKG soal potensi El Nino di tahun 2026, khususnya pada periode kritis April hingga Juni, diakuinya sebagai ancaman serius yang mesti dihadapi dengan langkah nyata. "Ini cukup mengkhawatirkan," katanya. Karena itu, menurutnya, perlu ada langkah strategis yang dijalankan dengan percepatan.

Pernyataan itu disampaikan Amran dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Kemarau 2026 di kantornya, Jakarta. Di tengah ancaman itu, ada kabar baik: stok beras nasional saat ini tercatat 4,4 juta ton. "Insyaallah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton," ujarnya, seraya menyebut capaian itu berkat kerja keras semua pihak.

Namun begitu, momentum ini harus dijaga. Untuk itulah Kementan mendorong lima strategi utama sebagai bentuk mitigasi. Langkah pertama adalah memetakan wilayah-wilayah yang rawan kekeringan dan memperkuat sistem peringatan dini. Tujuannya jelas: agar antisipasi bisa lebih cepat dan tepat sasaran.

Kedua, soal air. Pengelolaannya akan dioptimalkan lewat rehabilitasi jaringan irigasi yang ada, memanfaatkan embung, serta memperkuat irigasi perpompaan atau irpom, termasuk pompanisasi dan perpipaan di berbagai daerah.

Strategi ketiga adalah mempercepat tanam di daerah yang masih punya cadangan air. Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat menjadi fokus. Di sana, penggunaan varietas padi unggul yang tahan kering dan berumur pendek akan didorong.

"Kita manfaatkan masih ada musim hujan," kata Amran menegaskan. Daerah-daerah yang masih diguyur hujan diminta untuk segera bertindak.

Keempat, menggarap lahan secara optimal. Lahan rawa dan cetak sawah yang sudah dibangun harus segera ditanami, tanpa ada jeda yang berarti, untuk mengejar target produksi. "Oplah lahan rawa dipercepat, cetak sawah yang sudah dibangun segera tanam," pesannya.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar