Penerimaan Bea Cukai Sulsel Baru 20,4 Persen dari Target, Terkontraksi Hingga 70 Persen

- Jumat, 22 Mei 2026 | 18:00 WIB
Penerimaan Bea Cukai Sulsel Baru 20,4 Persen dari Target, Terkontraksi Hingga 70 Persen

Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai di Sulawesi Selatan baru mencapai seperlima dari target tahun ini. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan mencatat, hingga April 2026, penerimaan yang terkumpul sebesar Rp76,1 miliar atau setara 20,4 persen dari total target tahunan yang dipatok mencapai Rp373,4 miliar.

Kepala Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan, Martha Octavia, merinci bahwa target penerimaan tahun ini terdiri dari tiga sektor utama. Bea masuk ditargetkan sebesar Rp192,5 miliar, bea keluar Rp73,7 miliar, dan cukai Rp107,1 miliar.

Dari total realisasi yang tercatat hingga bulan keempat tahun ini, sektor bea masuk menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp44,7 miliar atau 23,3 persen dari target. Namun di sisi lain, kinerja sektor ini justru menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Penerimaan bea masuk terkontraksi hingga 54,2 persen secara tahunan dan turun 48,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, penerimaan bea keluar tercatat sebesar Rp12 miliar atau baru mencapai 16,4 persen dari target tahunan. Sektor ini pun mengalami tekanan lebih dalam.

“Penerimaan sektor ini mengalami penurunan cukup dalam dengan kontraksi 70,2 persen secara tahunan dan turun 44,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Martha.

Adapun untuk sektor cukai, realisasi hingga April 2026 mencapai Rp19,2 miliar atau sekitar 18 persen dari target. Penerimaan cukai juga tercatat melemah dengan penurunan 20,8 persen secara tahunan dan turun 27,5 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Martha menjelaskan, fluktuasi penerimaan kepabeanan dan cukai dipengaruhi oleh dinamika perdagangan internasional, aktivitas ekspor-impor, serta kondisi industri yang menjadi objek pungutan di Sulawesi Selatan. Berdasarkan catatan DJBC Sulbagsel, tren penerimaan dalam beberapa tahun terakhir memang menunjukkan pola naik-turun.

Kendati demikian, pihaknya tetap optimistis target penerimaan 2026 dapat dikejar. Upaya yang akan dilakukan meliputi penguatan pengawasan serta optimalisasi layanan kepabeanan dan cukai di wilayah Sulawesi Selatan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar