CUAN Rebut 20% Saham SINI, Sinyal Akuisisi Bertahap Dimulai

- Rabu, 31 Desember 2025 | 11:40 WIB
CUAN Rebut 20% Saham SINI, Sinyal Akuisisi Bertahap Dimulai

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kini resmi menginjakkan kaki di PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Lewat anak usahanya, PT Kreasi Jasa Persada (KJP), mereka membeli hampir 95 juta saham SINI. Itu setara dengan 19,74% dari total modal perusahaan.

Transaksi ini, yang terjadi pada 24 Desember 2025, bukan sekadar pembelian biasa. Ini adalah langkah pertama dari rencana yang lebih besar. Menurut kabar, emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu itu berniat mengambil alih kendali dengan kepemilikan minimal 51%.

Yang menarik, saham-saham itu dibeli dari publik, bukan dari pemegang saham pengendali. Artinya, pengendali lama belum melepas kendali. Amir Antolis, Direktur SINI, menegaskan hal ini.

"Dapat kami sampaikan bahwa CUAN melalui anak usaha KJP melakukan pembelian saham SINI dari pemegang saham publik, dan bukan merupakan saham yang berasal dari divestasi pemegang saham pengendali SINI,"

Ujarnya dalam surat resmi ke BEI, Selasa lalu. Menurutnya, manajemen SINI sendiri awalnya tak tahu menahu soal rencana akuisisi ini di awal Desember. Mereka hanya mendengar ada negosiasi antara KJP dan pemegang saham pengendali.

Harga belinya pun patut dicermati: Rp4.888 per saham. Angka ini jauh di bawah harga pasar saat itu. Soal selisih harga yang cukup tajam itu, Amir mengaku perseroan tak bisa berkomentar. "Itu murni kesepakatan antara pembeli dan penjual," tuturnya. SINI, kata dia, sama sekali tidak ikut campur.

Dengan masuknya CUAN, peta kepemilikan SINI berubah. KJP kini jadi pemegang saham terbesar kedua. Porsi saham publik pun menyusut drastis, tinggal 25,04%.

Lantas, siapa pengendalinya saat ini? Posisi itu masih dipegang oleh kelompok pengusaha Happy Hapsoro dengan kepemilikan 55,22%. Rinciannya, Hapsoro pegang 9%, sementara dua perusahaan lain yang dia kendalikan PT Autum Prima Indonesia dan Batubara Development Pte Ltd menguasai 30% dan 16,22%.

Perlu diingat, SINI bukanlah emiten biasa. Perusahaan ini tercatat dalam daftar pemantauan khusus BEI karena kondisi ekuitasnya yang negatif. Tapi anehnya, sepanjang 2025 sahamnya justru melambung tinggi, naik 190% ke level Rp14.500. Sebuah performa yang kontras dengan kondisi fundamentalnya.

Kini, semua mata tertuju pada langkah CUAN selanjutnya. Akankah mereka melanjutkan akuisisi untuk merebut kendali? Waktu yang akan menjawab.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar