Tragedi di Balik Pintu Kantor: Teman Akrab Jadi Predator Seksual di Mamuju

- Selasa, 25 November 2025 | 12:50 WIB
Tragedi di Balik Pintu Kantor: Teman Akrab Jadi Predator Seksual di Mamuju
Kasus Pemerkosaan di Kantor Dinas Mamuju

Sebuah peristiwa yang sungguh memilukan terjadi di Mamuju. Dini hari yang sunyi pada Sabtu (22/11/2025) lalu, berubah menjadi mimpi buruk bagi seorang perempuan berinisial MW (24 tahun). Ia justru menjadi korban pemerkosaan di tempat yang seharusnya aman: sebuah ruangan di Kantor Dinas Pariwisata Pemkab Mamuju. Pelakunya? Bukan orang lain, tapi temannya sendiri, AS (25).

Yang lebih mengerikan, pria itu tak segan mengancam akan mencabut nyawa MW jika berani melawan. Bayangkan, di ruang kerja pemerintah, di jam-jam ketika orang lain terlelap, tragedi ini berlangsung.

Keterangan resmi datang dari Kasi Humas Polres Mamuju, Ipda Herman Basir. Ia membenarkan laporan yang beredar.

"Korban dan pelaku awalnya saling kenal dan janjian bertemu di salah satu kafe di Mamuju. Karena pulang agak malam, pelaku lalu menawarkan agar korban menginap di kantor dinas tersebut," kata Herman.

Rupanya, MW sempat punya firasat. Sebelum menyetujui ajakan itu, ia konon sudah berulang kali menegaskan keberatannya jika nanti diperlakukan tidak pantas. Pelaku, dengan entengnya, berjanji tidak akan bertindak kurang ajar. Tapi ternyata, kata-katanya hanya janji palsu belaka.

Sesampainya di ruangan kantor, situasi berbalik seratus delapan puluh derajat. Bukannya mengizinkan MW beristirahat, AS malah memaksakan kehendaknya. Ancaman pembunuhan pun diucapkan, membuat korban yang ketakutan tak berdaya.

"Korban sempat berusaha melawan, tetapi pelaku akhirnya berhasil melakukan tindakan pemerkosaan sebagaimana yang dilaporkan," ujar Ipda Herman, menggambarkan betapa upaya perlawanan korban tak sanggup menghentikan niat bejat pelaku.

Begitu pagi tiba, pelaku pulang ke rumahnya seolah tak terjadi apa-apa. Sementara itu, dengan sisa-sisa keberanian, MW langsung menuju Polres Mamuju untuk melaporkan kejadian pahit itu.

Sekarang, AS sudah ditangkap dan menjalani pemeriksaan. Polresta Mamuju menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan secara profesional dan transparan. Mereka juga memastikan hak-hak korban tetap dilindungi sesuai aturan yang berlaku.

"Kami mengimbau masyarakat agar melaporkan segala bentuk kekerasan maupun pelecehan seksual agar dapat segera ditindaklanjuti," pungkas Herman.

Kasus ini sekali lagi mengingatkan kita, bahaya bisa datang dari orang terdekat. Dan ruang publik pun tak selalu menjamin keamanan, terutama ketika niat jahat sudah merasuki pikiran seseorang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar