Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa punya penjelasan tegas soal rencana pemotongan anggaran transfer ke daerah tahun depan. Angkanya tak main-main: turun drastis hingga 24 persen. Alasan utamanya? Masih maraknya korupsi dan belanja daerah yang dinilai boros, jauh dari kata efisien.
Menurut Purbaya, dialog dengan para bupati dan wali kota sudah dilakukan. Tapi, dari pertemuan-pertemuan itu, para kepala daerah sepertinya kesulitan membangun argumen yang kuat. Mereka tak cukup meyakinkan untuk mempertahankan besaran anggaran yang selama ini diterima.
"Banyak uang yang dikorupsi oleh pemerintah daerah. Karena itu, tidak aneh kalau anggaran transfer daerah dipotong sebesar itu," ujarnya dengan nada tegas.
Purbaya melanjutkan, "Pemimpin tertinggi sudah tidak percaya dengan daerah." Pernyataan itu disampaikannya dalam Rapimnas Kadin di Grand Hyatt, Senin (1/12).
Namun begitu, bukan berarti pintu tertutup selamanya. Purbaya menyisipkan secercah harapan. Ia menyatakan masih membuka peluang untuk merekomendasikan kenaikan TKD kepada Presiden Prabowo Subianto. Tentu ada syaratnya: performa belanja daerah harus menunjukkan perbaikan signifikan.
Periode krusialnya adalah kuartal terakhir tahun ini hingga kuartal pertama 2026. Belanja harus meningkat, bukan cuma jumlahnya, tapi juga kualitas dan ketepatannya.
Artikel Terkait
RUPTL 2025-2034 Diuji di PTUN, Serikat Pekerja PLN Soroti Ancaman Kedaulatan Energi
Di Sudut Jalan, Ekonomi Kreatif Berdetak dengan Hukum Gotong Royong
Wall Street Bangkit, Didorong Laporan Cemerlang Bank Investasi dan Prospek Cerah TSMC
IHSG Tembus 9.075, Catat Rekor Baru di Awal 2026