Semua Armada Airbus A320 di Indonesia Telah Lolos Perbaikan Software Darurat

- Rabu, 03 Desember 2025 | 10:30 WIB
Semua Armada Airbus A320 di Indonesia Telah Lolos Perbaikan Software Darurat

JAKARTA – Kabar baik datang dari dunia penerbangan nasional. Kementerian Perhubungan, lewat Ditjen Perhubungan Udara, memastikan seluruh armada Airbus A320 yang terbang di Indonesia sudah rampung menjalani perbaikan perangkat lunak. Perbaikan ini bukan tanpa sebab, melainkan menindaklanjuti arahan darurat dari Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA).

Intinya, EASA mengeluarkan perintah kelaikudaraan darurat terkait software komputer ELAC alias Aileron Elevator. Software itu harus dipastikan 'layak pakai' sebelum pesawat mengudara lagi. Nah, arahan ini langsung ditanggapi serius oleh otoritas kita.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa, pihaknya sudah bergerak cepat. "Kami telah melakukan pemeriksaan dan downgrade software ELAC B 104 pada pesawat Airbus 320," ujarnya.

Lebih lanjut Lukman menjelaskan, Ditjen Hubud sudah terbitkan perintah kelaikudaraan sendiri. Tujuannya jelas: menjaga keselamatan penerbangan, khususnya untuk A320. "Kami memastikan pesawat telah memiliki komputer kendali ELAC yang 'layak beroperasi' sebelum melaksanakan penerbangan berikutnya," tegasnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/12/2025).

Untungnya, respons dari maskapai terbilang sigap. Mereka sudah melakukan perbaikan yang diperlukan pada pesawat-pesawat yang terdampak. Hasil perbaikan itu pun tak lepas dari pengawasan ketat. Inspektur Kelaikudaraan dan Inspektur Operasi dari Ditjen Hubud turun tangan melakukan evaluasi. Hasilnya? Semua dinyatakan telah memenuhi standar keselamatan penerbangan.

Lukman pun memberi apresiasi. Dia menilai masalah ini diselesaikan dengan baik oleh maskapai-maskapai terkait, tanpa sampai mengganggu operasional penerbangan nasional secara signifikan. Padahal, awalnya sempat ada kekhawatiran.

Bagaimana tidak? Instruksi dari EASA itu mewajibkan perbaikan software, dan jumlah A320 di Indonesia tidak sedikit. Enam maskapai mengoperasikannya: Batik Air, Super Air Jet, Citilink Indonesia, Indonesia AirAsia, Pelita Air, dan Transnusa. Gangguan operasional sempat mengintai. Namun begitu, semuanya bisa ditangani.

Perlu diingat, instruksi EASA ini bersifat global, ditujukan ke seluruh operator A320 di dunia. Jadi, Indonesia tidak sendiri. Tapi, respons yang cepat dan koordinasi yang solid antara regulator dan maskapai membuat proses perbaikan di tanah air bisa diselesaikan tepat waktu. Kini, semua pesawat telah dinyatakan siap terbang dengan aman.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar