Semalam, sebuah rudal hipersonik Rusia menghantam wilayah Ukraina yang letaknya sangat dekat dengan perbatasan Polandia. Polandia sendiri adalah anggota NATO. Menanggapi serangan ini, pemerintah Ukraina langsung bersuara keras. Mereka menyebut aksi Moskow sebagai ancaman baru bagi keamanan Eropa dan mendesak dunia untuk memperhatikannya.
Namun begitu, pihak Rusia punya alasan sendiri. Moskow mengklaim penembakan rudal Oreshnik itu adalah balasan atas upaya serangan drone terhadap salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin pada Desember 2025 lalu. Klaim ini langsung dibantah habis-habisan oleh Ukraina. Bahkan Amerika Serikat turut angkat bicara, menyatakan bahwa peristiwa serangan terhadap kediaman Putin itu sama sekali tidak pernah terjadi.
Ini bukan kali pertama. Menurut pantauan, ini sudah kedua kalinya Rusia meluncurkan rudal Oreshnik ke Ukraina, yang selalu dibarengi dengan serangan udara besar-besaran. Akibatnya, setidaknya empat orang dilaporkan tewas di Kiev. Listrik di kota itu padam, dan yang cukup mengejutkan, Kedutaan Qatar juga ikut mengalami kerusakan.
Rudal Oreshnik ini memang dirancang khusus. Kemampuannya disebut-sebut untuk memproyeksikan kekuatan militer Rusia ke seluruh Eropa. Moskow dengan bangga menyebutnya "tidak mungkin dicegat". Dan yang mencemaskan, rudal jenis ini juga punya kemampuan untuk membawa hulu ledak nuklir.
Merespon hal ini, Menteri Luar Negeri Ukraina, Andriy Sybiha, tak tinggal diam.
“Serangan seperti itu di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO merupakan ancaman serius bagi keamanan di Benua Eropa dan ujian bagi komunitas transatlantik,” tulisnya di platform media sosial.
“Sungguh tidak masuk akal bahwa Rusia mencoba membenarkan serangan ini dengan ‘serangan terhadap kediaman (Vladimir) Putin’ palsu yang tidak pernah terjadi,” sambungnya.
Bagi Sybiha, ini jelas-jelas ancaman yang skalanya global.
“Putin menggunakan rudal balistik jarak menengah (IRBM) di dekat perbatasan Uni Eropa dan NATO sebagai respons terhadap halusinasi pribadinya. Ini benar-benar ancaman global dan menuntut respons global,” tegasnya.
Pemerintah Ukraina sendiri menyebut tuduhan Moskow soal penyerangan kediaman Putin di wilayah Novgorod sebagai sebuah "kebohongan tak masuk akal". Mereka menduga, ini hanya taktik untuk menggagalkan setiap upaya perundingan perdamaian. Presiden AS Donald Trump juga ikut menyangsikan klaim Rusia tersebut.
Dampak dan Kehancuran di Lapangan
Rudal itu jatuh di wilayah Lviv, Ukraina Barat. Jaraknya cuma sekitar 60 kilometer dari Polandia. Menurut versi Rusia, sasaran mereka adalah pabrik drone dan infrastruktur energi. Tapi pejabat Ukraina membantah, menyatakan rudal itu justru menghantam fasilitas lain yang tidak mereka tentukan.
Artikel Terkait
Anies Baswedan dan Tiga Lapis Strategi Menuju 2029
Iran Tegas Tangani Perusuh, Unjuk Rasa Bergulir ke 45 Kota
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan, Muhammadiyah dan NU Tegaskan Bukan Sikap Resmi
Ketika Humor Tak Mau Lagi Hanya Menghibur: Absurditas dan Batas Toleransi Publik