Andre Rosiade Resmikan Dua Asrama Mahasiswa Minang di Yogyakarta, Siap Jadi Pusat Pembinaan Budaya dan Karakter

- Kamis, 23 April 2026 | 16:10 WIB
Andre Rosiade Resmikan Dua Asrama Mahasiswa Minang di Yogyakarta, Siap Jadi Pusat Pembinaan Budaya dan Karakter

Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minangkabau, Andre Rosiade, baru saja meresmikan dua asrama mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namanya Asrama Mahasiswi Bundo Kanduang dan Asrama Mahasiswa Marapi Singgalang. Acaranya berlangsung Rabu kemarin, 22 April.

Ini bukan seremoni biasa, lho. Menurut Andre, langkah ini jadi strategi DPP IKM buat ngikat tali silaturahmi. Sekaligus, jadi pusat pembinaan buat generasi muda Minang yang lagi merantau.

Peresmiannya dimulai dari Asrama Bundo Kanduang jam setengah lima sore. Baru setelah itu, lanjut ke Asrama Marapi Singgalang sejam kemudian. Suasananya khidmat, dihadiri sama jajaran pengurus harian. Andre sendiri yang memimpin langsung.

“Gedung ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga menjadi pusat pembinaan generasi muda Minangkabau agar tetap berpegang pada nilai adat dan budaya,” ujar Andre dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Pernyataan itu dia sampaikan pas sambutan peresmian. Intinya, dua asrama ini bukan cuma soal tempat ngekos. Lebih dari itu, soal membangun karakter dan jati diri anak-anak Minang di perantauan.

Nah, ceritanya begini. Wakil Ketua Komisi VI DPR RI itu bilang, asrama-asrama ini hasil perjuangan para perantau Minang di Yogya. Dari awal mereka udah gotong royong ngumpulin dana. Beli lahan, bangun fasilitas, semuanya. Setelah jadi, pengelolaannya diserahkan ke Pemprov Sumatera Barat. Tapi, anggaran daerah terbatas. Makanya, butuh dukungan renovasi.

“Melalui kolaborasi DPP IKM bersama Semen Indonesia Group dan Hutama Karya, renovasi dilakukan secara bertahap. Selain perbaikan bangunan, bantuan juga mencakup fasilitas penunjang seperti kulkas, mesin cuci, serta rencana pengadaan lemari dan CCTV guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan penghuni,” kata Andre yang juga Ketua DPD Gerindra Sumbar.

Yang menarik, Andre menegaskan kedua asrama ini terbuka buat semua mahasiswa Minangkabau. Nggak ada sekat-sekat organisasi atau komunitas. Semangatnya inklusif. Biar kebersamaan perantau Minang di Yogya makin kuat.

“Pokoknyo lai urang Minang, pakailah gedung ko. Namun mari kita rawat dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tegas Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini. Nadanya tegas, tapi terasa dekat.

Di sisi lain, Andre juga ngasih komitmen tambahan. Ada program mudik gratis buat mahasiswa Minang di Yogya. Rencananya, buat Lebaran 2027, bakal disiapkan 10 bus. Bandingkan dengan tahun sebelumnya yang cuma lima bus. Kurang lebih, bisa ngangkut 450 mahasiswa pulang kampung ke Sumatera Barat.

“Jadi, untuk Lebaran 2027, kita buka kesempatan lagi untuk mahasiswa Minang di Yogyakarta bergabung dalam program pulang Basamo. Kalau 2026 lima bus, tahun depan 10 bus,” katanya.

Peresmian dua asrama ini, kata Andre, jadi simbol penguatan peran IKM. Ibaratnya, Rumah Gadang Perantau Minang. Tempat nyatunya potensi diaspora Minangkabau.

“DPP IKM optimistis kehadiran fasilitas ini akan mendorong mahasiswa Minangkabau di Yogyakarta semakin fokus menempuh pendidikan, berprestasi, serta tumbuh sebagai generasi berakhlak, berbudaya, dan siap berkontribusi bagi daerah dan bangsa,” ujar Andre.

Acara peresmian itu dihadiri banyak pihak. Ada perwakilan lembaga pemerintah, BUMN, sampai jaringan perantau Minang dari Jawa Tengah dan sekitarnya. Yang hadir antara lain Direktur Utama Semen Indonesia Group, Indrieffouny Indra; Direktur II Hutama Karya, Mardiansyah; plus jajaran DPW IKM Yogyakarta dan DPD Kabupaten/Kota. Ramai, tapi tetap terasa hangat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar