Batu Pake Gojeng: Situs Megalitikum di Sinjai yang Padukan Sejarah, Panorama Alam, dan Mitos Lokal

- Kamis, 23 April 2026 | 16:00 WIB
Batu Pake Gojeng: Situs Megalitikum di Sinjai yang Padukan Sejarah, Panorama Alam, dan Mitos Lokal

Di atas perbukitan yang menghadap langsung ke hamparan alam Sinjai, ada sebuah situs purbakala yang menyimpan lebih dari sekadar jejak sejarah. Ia juga menampung cerita-cerita yang terus hidup di tengah masyarakat, diturunkan dari mulut ke mulut. Tempat itu bernama Batu Pake Gojeng.

Kompleks megalitikum ini dulunya adalah tempat pemakaman raja-raja dan keluarga Kerajaan Batu Pake Gojeng. Itu terjadi pada zaman sebelum Islam masuk ke wilayah tersebut. Susunan batu besar di sini terlihat unik beberapa berdiri tegak seperti menhir, sementara yang lain tersusun datar, menyerupai meja batu. Formasi ini, menurut kepercayaan setempat, punya fungsi ritual di masa lampau. Dari sinilah asal-usul nama “Pake Gojeng” lahir, erat kaitannya dengan tradisi leluhur.

Di sisi lain, situs ini juga menawarkan panorama alam yang menenangkan. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Sinjai, jadi nggak heran kalau tempat ini ramai dikunjungi, apalagi pas akhir pekan. Ada yang datang buat bersantai, ada juga yang sibuk berfoto-foto. Bahkan, beberapa komunitas sering menggelar aktivitas di sini olahraga ringan, kegiatan seni, kadang-kadang diskusi kecil-kecilan.

Tak sedikit pula yang menjadikan tempat ini sebagai ruang refleksi. Suasana sejuk, pepohonan rindang, dan hamparan batu purba menciptakan nuansa yang benar-benar berbeda dibanding destinasi wisata lainnya. Rasanya seperti melangkah ke dunia lain.

Namun begitu, di balik daya tarik itu, tersimpan cerita yang dipercaya sebagian masyarakat. Warga setempat meyakini kawasan ini memiliki nilai sakral yang tetap terjaga hingga kini. Beberapa pengunjung mengaku merasakan sesuatu yang aneh saat berada di antara batu-batu besar itu hawa dingin yang tiba-tiba muncul, misalnya, padahal cuaca sedang terik.

Kepercayaan lokal menyebutkan bahwa situs ini dijaga oleh energi tak kasat mata. Semacam perlindungan terhadap warisan leluhur, katanya. Oleh karena itu, masyarakat selalu mengingatkan pengunjung untuk menjaga sikap dan tutur kata selama berada di area kompleks. Jangan sembarangan, pokoknya.

Meski bagi sebagian orang kisah ini dianggap mitos belaka, bagi warga sekitar, nilai-nilai tersebut justru memperkuat hubungan antara manusia, alam, dan sejarah yang diwariskan turun-temurun. Mereka melihatnya bukan sekadar cerita horor, melainkan pengingat akan masa lalu.

Kini, Batu Pake Gojeng dikenal sebagai situs bersejarah sekaligus destinasi wisata yang memadukan unsur budaya, alam, dan cerita lokal dalam satu kawasan. Kombinasi inilah yang membuatnya tetap relevan dan menarik untuk dikunjungi hingga hari ini. Entah Anda datang untuk sejarah, pemandangan, atau sekadar penasaran dengan cerita mistisnya, tempat ini punya sesuatu untuk semua orang.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar