SK Hynix Catat Laba Kuartalan Tertinggi, Didorong Gelombang Permintaan Chip AI

- Kamis, 23 April 2026 | 15:00 WIB
SK Hynix Catat Laba Kuartalan Tertinggi, Didorong Gelombang Permintaan Chip AI

Raksasa chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, baru saja membukukan kinerja yang luar biasa. Pada kuartal pertama tahun 2026, perusahaan ini mencetak rekor laba yang fantastis. Apa pasal? Gelombang pengembangan kecerdasan buatan alias AI yang masih melanda dunia rupanya jadi pendorong utama.

Menurut laporan yang beredar Kamis lalu, pendapatan mereka melonjak hampir 200 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Angkanya mencapai 52,58 triliun won, atau kalau dirupiahkan sekitar Rp614 triliun. Ini pertama kalinya pendapatan kuartalan mereka menembus angka 50 triliun won. Sungguh pencapaian yang mengesankan.

Yang lebih mencengangkan lagi adalah laba operasionalnya. Angkanya meroket lebih dari 405 persen, menjadi 37,61 triliun won. Sementara laba bersihnya juga ikut melambung hampir 400 persen, berada di posisi 40,35 triliun won. Lonjakan yang benar-benar tajam.

Faktanya, permintaan chip memori memang masih sangat kuat sejak awal tahun. Investasi global di bidang AI tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Situasi ini secara langsung mendongkrak penjualan produk-produk bernilai tinggi. Chip memori bandwidth tinggi dan solid state drive (SSD) adalah contohnya, dan permintaannya terus mengalir deras.

Perusahaan sendiri tampaknya optimis melihat ke depan. Mereka meyakini bahwa permintaan akan tetap kuat di semua segmen. Alasannya, teknologi AI terus berevolusi tidak lagi sekadar model bahasa, tapi bergerak ke arah yang lebih agenik.

Namun begitu, SK Hynix bukan satu-satunya yang menikmati cuaca cerah ini.

Pesaing berat mereka, Samsung, juga disebut-sebut mencatatkan kinerja yang kuat pada kuartal yang lalu. Persaingan di puncak industri chip memori ternyata menghasilkan keuntungan bagi banyak pihak, setidaknya untuk saat ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar