Penegasan datang dari pemerintah bahwa skema ini murni merupakan keputusan bisnis antarperusahaan. Pemerintah tidak melakukan intervensi harga atau mewajibkan transaksi.
"Dari pemerintah enggak intervensi," tegas Tri Winarno.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menyampaikan arahan serupa. Dalam pertemuannya dengan pimpinan PTFI, Bahlil meminta agar kedua pihak dapat berkomunikasi langsung untuk menjajaki kerja sama ini.
"Saya kemarin minta Pak Tony (Presiden Direktur PTFI), kemarin kan ketemu sama saya, saya minta untuk Amman dan Freeport melakukan komunikasi B2B agar material mereka bisa dibeli oleh Freeport untuk diolah di smelter Freeport dengan harga keekonomian," ungkap Bahlil di kantornya pada Jumat (14/11).
Sebagai informasi, Amman Mineral telah mengantongi rekomendasi ekspor konsentrat tembaga sebanyak 480.000 metrik ton kering (dmt) untuk periode enam bulan mulai 31 Oktober 2025. Rekomendasi ini diberikan sebagai dampak pengakuan kondisi force majeur yang dialami perusahaan. Opsi untuk mengekspor konsentrat secara langsung ke pasar internasional tetap terbuka, memberikan fleksibilitas bagi Amman Mineral untuk memilih skema yang paling menguntungkan secara komersial.
Artikel Terkait
Salim Ivomas (SIMP) Catat Laba Bersih Rp2,07 Triliun, Tumbuh 33% di 2025
Proyek Giant Sea Wall Butuh Dana Hingga 100 Miliar Dolar AS
OJK Jatuhkan Denda Rp3,4 Miliar dan Bekukan Izin KGI Sekuritas Terkait IPO Bermasalah
Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp564 Miliar Meski Laba Turun