Kasus campak yang melonjak secara global kembali jadi perhatian serius. Tak terkecuali di Indonesia, yang situasinya disebut memprihatinkan oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini. Ia mendesak Kementerian Kesehatan untuk siaga penuh menghadapi ancaman wabah ini.
Faktanya, posisi kita cukup mengkhawatirkan. Menurut data WHO, Indonesia tercatat sebagai negara dengan kasus campak terbesar kedua di dunia, hanya kalah dari Yaman. Angkanya mencapai 10.744 kasus.
“Penyebabnya jelas, cakupan imunisasi rutin lengkap kita turun,” ujar Yahya kepada wartawan, Sabtu (28/2/2026).
“Kita pernah capai 92% di 2018. Tapi pada 2022, angkanya merosot jadi 87,8%,” imbuh politikus Golkar itu.
Data terbaru dari Kemenkes pun tak lebih menggembirakan. Sepanjang 2025 tercatat 11.094 kasus. Lalu, baru di awal tahun 2026 ini tepatnya hingga Februari sudah ada tambahan 550 kasus lagi. Trennya jelas naik, dan ini alarm yang harus segera direspons.
“Saya mendesak Kemenkes untuk waspada. Bersiaplah menetapkan KLB jika pertumbuhannya tak bisa dikendalikan,” tegasnya.
Menurut Yahya, setidaknya ada lima langkah krusial yang harus segera diambil pemerintah. Langkah pertama, mendongkrak cakupan vaksinasi hingga minimal 95%. Kedua, memperkuat sistem surveilans dengan kolaborasi yang solid bersama pemerintah daerah.
Artikel Terkait
DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Perang Terbuka Pakistan-Afghanistan
Bali United Hadapi Persijap di Tengah Tekanan dan Sanksi Stadion Sepi
Wanita Berpenampilan Khas Diamankan di Gambir, Akan Jalani Tes Kejiwaan
Menkominfo Tegaskan Perjanjian Data dengan AS Tidak Serahkan Data Warga