Iran akhirnya melancarkan serangan balasan. Targetnya? Aset-aset militer Amerika Serikat yang tersebar di seantero negara-negara Teluk Arab. Aksi ini disebut-sebut sebagai jawaban langsung atas serangan besar-besaran yang sebelumnya diluncurkan oleh AS dan Israel.
Konfirmasi resmi dari pemerintah Iran datang pada hari Sabtu. Menurut laporan Aljazeera Minggu (1/3/2026), serangan itu menyasar beberapa lokasi strategis. Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab masuk dalam daftar target, terutama di area-area yang diketahui menjadi pangkalan udara dan militer AS.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan tegas menyatakan klaimnya. Mereka mengklaim semua target militer Israel dan AS di Timur Tengah telah dihantam serangan rudal yang dahsyat.
Begitu pernyataan mereka. Bahkan, semua aset AS di wilayah tersebut kini dianggap sebagai target sah yang boleh diserang.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, menyampaikan pandangannya pada Al Jazeera. Ia menegaskan bahwa Iran punya hak untuk membela diri. Ghanbari juga menyatakan penyesalan atas setiap korban jiwa yang muncul akibat eskalasi militer yang terjadi belakangan ini.
Sementara itu, melalui surat resmi yang dikirim ke Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menambahkan tekanan. Iran, tulisnya, akan terus menggunakan haknya untuk membela diri secara tegas dan tanpa ragu-ragu. Semua ini akan berlangsung sampai agresi dari pihak lawan benar-benar berhenti.
Dampak serangan AS dan Israel sendiri ternyata tidak main-main. Setidaknya satu orang dilaporkan tewas di Abu Dhabi, ibu kota UEA. Korban jatuh setelah beberapa rudal yang diluncurkan dari Iran berhasil dicegat. Begitu menurut kantor berita negara setempat.
Artikel Terkait
IRGC Sumpah Balas Dendam atas Kematian Ayatollah Khamenei
Media Iran Konfirmasi Kematian Ayatollah Khamenei dalam Serangan AS-Israel
Gubernur DKI Peringatkan Dampak Global Konflik Iran-Israel ke Harga Pangan Jakarta
Trump Klaim Khamenei Tewas dalam Serangan Gabungan AS-Israel, Ancam Lanjutkan Operasi Militer