Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 108 Siswi di Iran, Balasan Rudal Hantam Tel Aviv dan Bandara UEA

- Minggu, 01 Maret 2026 | 08:25 WIB
Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 108 Siswi di Iran, Balasan Rudal Hantam Tel Aviv dan Bandara UEA

Perang antara Israel dan Amerika Serikat akhirnya benar-benar pecah. Korban jiwa berjatuhan. Bangunan-bangunan hancur. Situasinya kacau balau.

Menurut laporan yang beredar, serangan gabungan itu terjadi pada Sabtu (28/2) waktu Iran. Rudal-rudal dari kedua negara itu menghujani langit Iran tanpa henti, mengubah malam menjadi siang dengan ledakan-ledakan mengerikan.

Kabar tentang jumlah korban pun mulai mengalir. Yang paling mengejutkan, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei disebut-sebut ikut tewas dalam serangan di ibu kota Teheran. Informasi ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut, tapi sudah cukup membuat dunia menahan napas.

Tragedi di Sekolah Dasar Putri: 108 Nyawa Melayang

Di tengah semua kekacauan, ada satu laporan yang benar-benar menyayat hati. Serangan Israel disebut menyasar sebuah sekolah dasar putri di wilayah Iran selatan. Jumlah korbannya sungguh di luar dugaan.

Kantor Berita Mizan, mengutip Kantor Kejaksaan Minab, melaporkan korban tewas di SD Shajareh Tayyebeh di Minab telah mencapai 108 orang. Angka yang memilukan. Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran menyatakan setidaknya 201 orang tewas dan 747 terluka secara keseluruhan akibat serangan gabungan AS dan Israel.

Iran Membalas: Tel Aviv Berduka

Iran tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menghujani Tel Aviv dengan rudal pada hari yang sama. Akibatnya, satu orang tewas dan dua puluh lainnya terluka.

Layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), memberikan pernyataan resmi.

"Paramedis telah mengkonfirmasi kematian seorang wanita berusia 40-an dengan luka parah," jelas mereka.

MDA menambahkan, mereka mengevakuasi 20 korban ke rumah sakit. Salah satunya seorang pria dalam kondisi serius. Mereka sempat memberikan pertolongan pertama di tempat pada seorang wanita yang tidak sadarkan diri dan kritis sebelum nyawanya tak tertolong.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar