Usai Lebaran nanti, pemerintah punya rencana baru: kerja dari rumah. Airlangga Hartarto, Menko Perekonomian, bilang sistem work from home atau WFH ini bakal mulai diterapkan. Tujuannya jelas, buat hemat energi. Soalnya, kondisi geopolitik global lagi gak stabil dan bisa bikin pasokan minyak dunia terganggu.
Kebijakan ini terutama untuk ASN, alias Aparatur Sipil Negara. Tapi, sektor swasta juga dapat imbauan untuk ikut langkah serupa. Meski begitu, Airlangga menegaskan aturannya gak berlaku buat mereka yang kerja di sektor pelayanan publik. Jadi, yang layani masyarakat langsung tetap harus ke kantor.
“WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan. Untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,”
Ucap Airlangga, Sabtu kemarin. Menurut rencana, WFH ini cuma sehari dalam seminggu. Saat ini, pemerintah lagi sibuk menyiapkan aturan teknisnya dengan berkoordinasi sama beberapa kementerian, seperti Ketenagakerjaan dan Dalam Negeri. Biar implementasinya nanti gak kacau dan efektif.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang hadir dalam kesempatan sama punya penjelasan menarik. Menurut hitungan kasar dia, kebijakan WFH sehari seminggu ini potensial banget buat tekan pemakaian BBM.
“Ada hitungan kasar sekali (WFH bisa menghemat) seperlima, kira-kira 20 persen (penggunaan BBM),”
katanya. Angka yang gak main-main, kan?
Namun begitu, kenapa cuma sehari? Purbaya punya alasannya sendiri. Katanya, ini soal menjaga keseimbangan. Antara fleksibilitas kerja dan produktivitas yang harus tetap dijaga. Kalau kebanyakan WFH, dikhawatirkan malah bikin kerjaan terbengkalai.
“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya, WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,”
ujar Purbaya, menyiratkan bahwa kerja tatap muka tetap punya nilai yang gak tergantikan. Jadi, skemanya memang cuma satu hari. Cukup buat berhemat, tapi juga gak mengganggu ritme kerja secara keseluruhan.
Rencana ini tentu bakal jadi perhatian banyak pihak. Apalagi buat para komuter yang sehari-hari menghadapi macet dan boros BBM. Tunggu saja aturan resminya keluar setelah Lebaran.
Artikel Terkait
Hegseth Tegaskan Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku meski Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
Pengundian Fase Grup Piala Asia 2027 Digelar Akhir Pekan Ini, Indonesia di Pot 4
Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China 1-0, Kunci Kemenangan Dramatis di Laga Perdana Piala Asia
Transjakarta Tutup Sementara Halte Manggarai Imbas Proyek LRT, Sediakan Dua Halte Temporer