Salim Ivomas (SIMP) Catat Laba Bersih Rp2,07 Triliun, Tumbuh 33% di 2025

- Minggu, 01 Maret 2026 | 06:20 WIB
Salim Ivomas (SIMP) Catat Laba Bersih Rp2,07 Triliun, Tumbuh 33% di 2025

PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) ternyata berhasil mencatat tahun yang cukup gemilang. Di tengah berbagai tantangan, emiten sawit milik grup Anthoni Salim ini justru membukukan pertumbuhan penjualan dan laba yang cukup signifikan sepanjang 2025.

Angkanya memang menarik. Penjualan perusahaan melonjak 32 persen, dari Rp15,97 triliun di tahun 2024 menjadi Rp21,06 triliun setahun kemudian. Kenaikan ini, menurut laporan mereka, tak lepas dari membaiknya harga jual rata-rata dan volume penjualan produk turunan sawit, terutama minyak dan lemak nabati.

Kalau dirinci, kontribusi terbesar masih datang dari divisi Edible Oils & Fat yang menyumbang 71 persen dari total penjualan. Sementara itu, divisi Plantations memberikan andil sebesar 29 persen sisanya.

Di sisi lain, laba kotor naik 13 persen ke level Rp5,47 triliun. Meski begitu, margin laba kotornya sedikit tertekan menjadi 26 persen. Hal yang lebih menggembirakan, laba operasional justru melesat 21 persen menjadi Rp4 triliun. Begitu pula dengan EBITDA, yang terkerek naik 18 persen menjadi Rp5,59 triliun.

Yang paling mencolok adalah pertumbuhan laba bersih. Angkanya menembus Rp2,07 triliun, atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp1,55 triliun.

Paulus Moleonoto, Presiden Direktur Salim Ivomas, mengakui bahwa capaian ini diraih di tengah situasi yang tidak mudah. Sektor agribisnis tahun lalu diwarnai volatilitas harga, cuaca yang kerap tak menentu, plus ketidakpastian global yang masih membayangi.

"SIMP Group fokus pada peningkatan pengendalian biaya dan efisiensi, perbaikan operasional dan produktivitas, dan mengutamakan belanja modal sambil menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan,"

ujarnya dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Jumat (27/2/2026).

Posisi keuangan perseroan juga terlihat solid. Aset mereka tercatat sebesar Rp41,38 triliun, dengan kas dan setara kas yang cukup sehat di angka Rp8,35 triliun. Liabilitas berada di Rp14,78 triliun, sementara ekuitas mencapai Rp26,59 triliun. Rasio net gearing pun membaik secara signifikan, dari 0,11 kali di akhir 2024 menjadi hanya 0,04 kali pada 2025.

Namun begitu, dari sisi operasional ada sedikit catatan. Produksi Tandan Buah Segar (TBS) justru turun 2 persen menjadi 2,7 juta ton. Tapi ini tak lantas jadi berita buruk. Produksi CPO malah naik 4 persen menjadi 733 ribu ton, didorong oleh peningkatan pasokan TBS dari kebun eksternal.

Secara keseluruhan, kinerja SIMP di tahun 2025 ini menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi yang baik di pasar yang fluktuatif.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar