Media Iran Konfirmasi Keluarga Khamenei Tewas dalam Serangan, Nasib Pemimpin Tertinggi Masih Misterius

- Minggu, 01 Maret 2026 | 08:35 WIB
Media Iran Konfirmasi Keluarga Khamenei Tewas dalam Serangan, Nasib Pemimpin Tertinggi Masih Misterius

Ledakan dahsyat mengguncang kompleks kediaman Ali Khamenei di Teheran, Sabtu lalu. Kini, kabar buruk mulai merembes dari lingkaran dalam sang Pemimpin Tertinggi. Media Iran melaporkan, serangan gabungan AS dan Israel itu tidak hanya merenggut nyawa Khamenei, tetapi juga anggota keluarganya.

Menurut kantor berita Fars, yang mengutip sumber-sumber dekat keluarga, putri, menantu, serta cucu Khamenei dikonfirmasi gugur. "Sayangnya, berita tentang kemartiran mereka telah dikonfirmasi," begitu bunyi laporannya, Minggu (1/3/2026).

Di sisi lain, dari kubu penyerang, klaimnya lebih gamblang. Benjamin Netanyahu dengan tegas menyatakan kompleks kediaman "diktator" itu telah hancur dalam serangan mendadak yang ia sebut "dahsyat".

"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei hancur di jantung Teheran," ujar Perdana Menteri Israel itu.

Netanyahu bahkan menyiratkan Khamenei sendiri sudah tiada. "Rencana itu sudah tidak ada lagi -- dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," sambungnya. Ia menuduh Khamenei selama puluhan tahun menyebarkan teror dan berusaha menghancurkan Israel.

Serangan itu sendiri disebut melibatkan sekitar 30 bom yang dijatuhkan oleh pasukan Israel dan Amerika. Klaim kematian Khamenei juga datang dari mantan Presiden AS, Donald Trump. Lewat Social Truth, Trump menulis dengan gaya khasnya.

"Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," tulisnya.

Namun begitu, dari pihak Iran sendiri, suasana justru penuh keheningan. Tidak ada pernyataan resmi, tidak ada konfirmasi, juga tidak ada sanggahan. Keberadaan dan kondisi Khamenei pasca-serangan masih menjadi misteri yang gelap, sementara dunia menunggu kejelasan dari tengah kabut perang ini.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar