Debt Collector Penusuk Advokat di Tangerang Ditangkap di Semarang, Dua Rekan Masih Buron

- Minggu, 01 Maret 2026 | 08:30 WIB
Debt Collector Penusuk Advokat di Tangerang Ditangkap di Semarang, Dua Rekan Masih Buron

Polisi akhirnya menangkap seorang debt collector yang diduga menusuk seorang advokat di kawasan Kelapa Dua, Tangerang. Penangkapan terjadi di Tol Kalikangkung, Semarang, saat pelaku berinisial JBI itu berusaha kabur. Dari keterangan polisi, JBI inilah yang berperan sebagai eksekutor, orang yang langsung menghujamkan pisau ke tubuh korban.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi hal ini. "Yang diamankan satu DC yang melakukan penusukan," ujarnya, Minggu lalu.

Namun begitu, dua orang lainnya masih buron. Mereka adalah SS dan HK. Keduanya ikut dalam aksi intimidasi yang berujung pada tragedi berdarah itu. Menurut Budi, polisi masih terus memburu keduanya.

"Keberadaan kedua DPO masih dalam proses pencarian," tegasnya.

Budi kemudian merinci peran masing-masing. SS bertugas memegang Surat Kuasa dan ikut mengintimidasi korban. Caranya? Dengan melototi sang advokat saat mereka mencoba menarik mobilnya dari teras rumah. HK, di sisi lain, punya tugas melacak alamat lewat GPS dan mendokumentasikan aksi. Tapi dia juga melakukan hal serupa: melotot dan mengikuti korban bersama SS saat korban menuju mobilnya.

Bagaimana Kronologinya?

Menurut penuturan Budi Hermanto, semua ini berawal pada Senin sore, sekitar pukul empat lebih. Saat itu, korban dan istrinya bersiap keluar rumah untuk menjemput anak. Di depan rumah, mereka sudah didatangi tiga orang tak dikenal.

Terjadi cekcok mulut. Masalahnya soal tunggakan cicilan mobil Toyota Fortuner milik korban yang sudah telat dua bulan. Korban tak terlalu menghiraukan tiga orang yang mengaku debt collector itu dan memilih melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di gerbang perumahan, korban sempat menegur petugas keamanan karena membiarkan orang asing masuk. Nah, di titik inilah mereka bertemu lagi. Mobil yang diduga ditumpangi pelaku menghalangi jalan. Korban pun mendatangi mereka untuk meminta identitas.

Keadaan langsung memanas.

"Pada saat saksi keluar mobil, sudah melihat korban bersimbah darah yang keluar dari perutnya," jelas Budi, menggambarkan adegan kacau itu. "Ditusuk oleh salah satu laki-laki yang mengenakan kemeja kotak warna biru."

Korban ditusuk tidak tanggung-tanggung tiga kali. Para pelaku kemudian langsung kabur meninggalkan lokasi, meninggalkan korban dalam kondisi parah.

Kasus ini sekarang ditangani Satreskrim Polres Tangsel. Proses penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap semua motif dan detail kejadian. "Untuk pelaku masih diselidiki oleh Polres Tangsel," pungkas Budi Hermanto.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar