DPR RI Apresiasi Langkah Strategis Buyback Saham oleh Bank Himbara
Komisi XI DPR RI menyatakan dukungan penuh terhadap rencana aksi pembelian kembali saham atau buyback yang dijalankan oleh perbankan Himbara. Langkah korporasi ini dinilai sebagai strategi positif dalam menjaga kredibilitas dan memperkuat fondasi kepercayaan publik terhadap stabilitas sektor keuangan nasional.
Peran Strategis Himbara dalam Perekonomian Nasional
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa bank-bank Himbara, sebagai kelompok bank milik negara dengan kapitalisasi pasar yang besar, memikul tanggung jawab strategis. Tanggung jawab ini mencakup menjaga persepsi pasar terhadap stabilitas ekonomi dan kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah. Karena pemegang saham mayoritas adalah negara, setiap dinamika dari program penugasan pemerintah berpotensi mempengaruhi sentimen pasar terhadap kinerja perbankan.
Misbakhun menjelaskan, aksi buyback diharapkan dapat membangun kepercayaan diri yang lebih besar di kalangan pemegang saham publik. Secara bersamaan, langkah ini juga memperkuat keyakinan terhadap arah kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh pemerintah.
Dampak Positif Buyback Saham terhadap Pasar Modal
Lebih dari sekadar upaya menstabilkan harga saham, aksi buyback juga dikatakan sebagai sinyal positif yang dikirimkan oleh manajemen bank-bank Himbara. Sinyal ini menunjukkan keyakinan internal yang kuat terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan perusahaan di masa depan. Dengan demikian, strategi ini menjadi bagian integral dari upaya memperkuat kredibilitas korporasi di tengah berbagai gejolak yang mungkin terjadi di pasar modal.
Peran Himbara dalam sistem perekonomian Indonesia digambarkan sebagai sangat vital. Selain fungsi utamanya dalam menyalurkan pembiayaan dan memperluas akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, bank-bank ini juga bertindak sebagai ujung tombak dalam menjalankan berbagai program strategis pemerintah. "Bank Himbara adalah tangan kanan negara dalam mendorong perekonomian dan merealisasikan amanat konstitusi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat," tegas Misbakhun.
Rincian Nilai Buyback Saham Bank Himbara
Atas dasar peran strategis tersebut, langkah buyback yang diambil oleh perbankan BUMN ini dipandang sebagai tindakan yang wajar dan perlu mendapatkan apresiasi. Misbakhun menambahkan, ketika bank Himbara melakukan buyback sebagai respons terhadap tekanan harga saham, hal itu merefleksikan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas pasar dan kepercayaan publik. Ia menyampaikan apresiasi terhadap setiap aksi korporasi yang membawa dampak positif, khususnya yang mampu mengembalikan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi nasional.
Secara teknis, rencana aksi buyback ini telah diumumkan oleh beberapa anggota Himbara. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana melakukan pembelian kembali saham senilai Rp1,17 triliun. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI/BBRI) mengalokasikan dana sebesar Rp3 triliun untuk program yang sama. Di sisi lain, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga telah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Maret 2025 untuk melakukan buyback saham dengan nilai maksimal Rp1,5 triliun.
Artikel Terkait
Pemegang Saham Utama Panca Global Kapital Kembali Divestasi 4,45% Saham
OJK Jatuhkan Denda Miliaran Rupiah ke Influencer dan Pelaku Manipulasi Saham
DPR dan Pemerintah Pacu Program Rumah MBR, Anggaran Naik Rp10,89 Triliun
Bitcoin Turun Usai Rilis Notulensi FOMC, Analis Sebut Koreksi Wajar