Polresta Sidoarjo baru saja dapat kabar gembira. Mereka meraih nilai A dari Ombudsman RI, dengan skor cukup tinggi, 89,36. Ini menandakan kualitas pelayanan mereka dinilai 'sangat baik'. Prestasi itu sekaligus menempatkan Polresta Sidoarjo sebagai salah satu satuan kepolisian dengan layanan terbaik se-Jawa Timur.
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh perwakilan Ombudsman Jatim, Triyoga Muhtar Habibi, Selasa lalu. Yang menerima adalah Karo Rena Polda Jatim, Kombes Harries Budiharto, bersama Wakapolresta Sidoarjo, AKBP Mohammad Zainur Rofik. Acara berlangsung di Ruang Biro Rena Polda Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Kombes Harries menekankan bahwa penilaian ini bukan sekadar formalitas.
"Penilaian ini juga menjadi bentuk pengawasan sekaligus upaya pencegahan maladministrasi, guna memastikan pelayanan yang berkualitas dan bebas dari penyimpangan," ujarnya.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Christian Tobing, tak menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengaku pencapaian ini adalah sebuah kehormatan.
"Pencapaian nilai A dengan skor 89,36 dari Ombudsman RI ini merupakan sebuah kehormatan yang patut kami syukuri. Pencapaian ini adalah wujud nyata keberhasilan kami di wilayah dalam menerjemahkan dan mengimplementasikan arahan Bapak Kapolri serta Bapak Kapolda Jawa Timur untuk selalu memberikan pelayanan publik yang terbaik," kata Christian.
Namun begitu, ia mengakui semua itu bukan hasil kerja satu dua orang.
"Tentu saja, arahan pimpinan tersebut tidak akan terwujud di lapangan tanpa dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran personel Polresta Sidoarjo yang setiap hari berhadapan langsung melayani masyarakat. Pencapaian ini juga tidak lepas dari dukungan serta pengawasan aktif dari warga Sidoarjo," lanjutnya.
Bagi Christian, angka itu adalah bukti komitmen mereka membangun birokrasi yang transparan dan cepat. Tapi, ia berjanji tidak akan cepat berpuas diri. Penghargaan ini justru dilihatnya sebagai standar baru yang harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
"Skor ini menjadi bukti komitmen kami untuk mewujudkan birokrasi yang transparan, cepat, dan akuntabel. Meski demikian, kami tidak akan berpuas diri. Penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan standar baru dan pelecut semangat. Ke depan, kami akan terus memastikan bahwa tidak ada keluhan warga yang tidak tertangani dengan baik, agar pelayanan Polresta Sidoarjo semakin optimal dan Presisi," tutur Christian.
Di sisi lain, Wakapolresta AKBP Mohammad Zainur Rofik juga menyampaikan apresiasi. Ia menilai proses penilaian yang dilakukan Ombudsman berjalan objektif. Baginya, penghargaan ini adalah penyemangat.
"Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ucapnya singkat.
Nah, dengan capaian ini, publik tentu berharap pelayanan kepolisian di Sidoarjo memang semakin baik, bukan cuma di atas kertas. Waktulah yang akan membuktikan.
Artikel Terkait
China Salip AS dan Rusia, Kini Jadi Negara dengan Jaringan Diplomatik Terbanyak di Dunia
Hilman Latief Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Kuota Haji, Sebut Keluarganya Hancur Akibat Tuduhan
Ini Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban Lengkap dari Takbir hingga Permohonan Diterima Allah
AHY Dukung Penuh Putusan MK: Partai Politik Wajib Penuhi Kuota 30 Persen Caleg Perempuan atau Gugur di Dapil