RUPST PT Nippon Indosari Corpindo, atau yang lebih dikenal sebagai Sari Roti, baru saja rampung digelar. Hasilnya? Pemegang saham perusahaan roti itu bakal dapat kabar gembira. Perseroan memutuskan untuk membagikan dividen tunai yang jumlahnya fantastis, mencapai Rp450 miliar.
Angka itu tak main-main. Dividen "jumbo" tersebut setara dengan 174 persen dari laba bersih yang mereka raih di tahun buku 2025. Menurut keterangan manajemen, sumber dananya berasal dari dua tempat. Sebagian diambil dari laba bersih tahun lalu yang tercatat Rp256,4 miliar. Sisanya, merupakan dividen spesial yang bersumber dari tumpukan saldo laba ditahan, senilai Rp193,5 miliar. Mereka juga tak lupa menyisihkan Rp2 miliar untuk dana cadangan.
"Pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp450 miliar, setara dengan Rp80,04 per saham," begitu bunyi keterangan resmi dari perusahaan.
Kalau dilihat dari harga penutupan saham ROTI kemarin di Rp745, pembagian ini memberikan imbal hasil atau yield yang menarik, yakni 10,7 persen. Bahkan, meski sahamnya menguat 1,3 persen ke level Rp755 di penutupan perdagangan hari ini, yield-nya masih tetap menggiurkan di angka 10,6 persen. Yield dua digit seperti ini tentu jadi perhatian banyak investor.
Rapat yang digelar di Hotel Mulia, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026) itu tak cuma membahas dividen. Ada beberapa hal lain yang juga disetujui. Laporan Tahunan untuk periode 2025 sudah mendapat lampu hijau. Selain itu, pemegang saham juga sepakat mengubah Anggaran Dasar, khususnya pasal 3, untuk membuka ruang bagi perusahaan masuk ke bidang pengolahan limbah hasil produksi. Langkah ini menunjukkan rencana ekspansi bisnis mereka ke depan.
Pencapaian dividen besar ini tentu punya fondasi. Di tengah situasi pasar yang fluktuatif, kinerja Sari Roti ternyata cukup solid. Mereka membukukan pendapatan bersih Rp3,76 triliun dengan laba bersih mencapai Rp259 miliar. Yang lebih mengesankan, sejak 2010 hingga 2025, perusahaan ini konsisten tumbuh dengan rata-rata pertahun (CAGR) sekitar 12,9 persen. Trajektori jangka panjangnya memang terjaga.
Jadi, bagi pemegang saham, keputusan dari rapat kemarin jelas sebuah angin segar. Dividen spesial dengan yield yang masih tinggi di tengah pertumbuhan perusahaan yang stabil.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Perluasan B50, Produsen Filter Lokal Luncurkan Produk Khusus Atasi Tantangan Teknis Biodiesel
Wall Street Mendekati Rekor Tertinggi, Optimisme AI Redam Kekhawatiran Konflik Iran
BSI Maslahat dan MyFundAction Jalin Kerja Sama Optimalkan Distribusi Dana ZIS Berpotensi Rp300 Triliun per Tahun
Laporan Keuangan Gabungan Seluruh BUMN di Bawah Danantara Baru Rampung Akhir Kuartal III 2026