Menteri Keuangan Akui Desain Coretax yang Sulit Picu Maraknya Joki Pajak

- Selasa, 07 April 2026 | 04:30 WIB
Menteri Keuangan Akui Desain Coretax yang Sulit Picu Maraknya Joki Pajak

JAKARTA Fenomena joki untuk sistem perpajakan Coretax yang ramai ditawarkan di media sosial akhirnya mendapat respons langsung dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Tawaran-tawaran itu, salah satunya dari akun @irilrahmanr di Threads, mengiklankan jasa pengurusan Coretax hingga pelaporan SPT Tahunan dengan tarif mulai Rp50 ribu. Menurut Purbaya, maraknya praktik ini tak lepas dari kelemahan desain sistem itu sendiri.

“Dalam ekonomi, kalau ada kesempatan pasti ada yang masuk ke situ,” ujarnya.

Ia mengakui, desain Coretax saat ini dinilai kurang ramah untuk pengguna awam. Kondisi inilah yang kemudian dimanfaatkan sejumlah pihak untuk membuka bisnis jasa perantara. “Desain agak sulit dipakai orang biasa. Sehingga ada joki atau software interface yang bisa merubah Coretax dengan orang-orang,” tambah Purbaya saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Menariknya, Purbaya mengaku baru menyadari masalah ini sekitar sebulan terakhir. Ia merasa ada yang janggal. “Jadi seperti Coretax diciptakan kelemahan supaya ada bisnis di tengah,” katanya, menyoroti kemungkinan celah yang sengaja atau tidak justru melahirkan model usaha baru.

Namun begitu, ia menegaskan bahwa pemerintah tak akan tinggal diam. Perbaikan sistem akan segera dilakukan agar masyarakat bisa mengakses Coretax secara langsung, tanpa perlu bantuan joki. “Sekarang terlalu cepat, terlalu pendek waktunya kita betulin,” tuturnya.

Purbaya pun menutup pembicaraan dengan komitmen singkat namun tegas. “Nanti saya beresin,” janjinya. Tampaknya, pemerintah serius ingin menutup celah yang justru memunculkan masalah baru ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar