Yogyakarta kembali mendapat kunjungan dari pejabat tinggi. Kali ini, Ahmad Muzani selaku Ketua MPR RI datang ke kota pelajar, membawa pesan khusus dari Istana. Rupanya, ada salam hormat dari Presiden Prabowo Subianto yang ia sampaikan untuk para tokoh, ulama, dan pimpinan pesantren di sini.
Muzani mengonfirmasi hal itu saat ditemui awak media di Yogyakarta, Minggu lalu.
"Saya sempat kabari beliau soal rencana kunjungan saya ke Jogja," ujar Muzani. "Langsung saja beliau minta saya menyampaikan salam hormatnya untuk tokoh-tokoh, para ulama, dan pimpinan pondok pesantren yang akan saya temui. Termasuk, tentu saja, untuk Prof Haedar dan istrinya."
"Pesan itulah yang saya sampaikan," lanjutnya.
Agendanya sendiri cukup padat. Titik pertama yang disambangi Muzani adalah kediaman Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, yang terletak di Bantul. Pertemuan itu, kata Muzani, punya dua tujuan sekaligus.
"Ini kan masih dalam suasana Lebaran, saya belum sempat ketemu beliau dan Ibu Haedar," jelasnya. "Jadi, pertama-tama saya ingin bersilaturahmi, sekalian halalbihalal, minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin."
Namun begitu, obrolan mereka tak cuma seputar ucapan selamat. Muzani mengaku pembicaraan berlanjut ke hal-hal yang lebih substantif. Topiknya serius: kondisi negara dan dinamika geopolitik global yang sedang panas.
"Kedua, kami juga banyak berbincang tentang persoalan kenegaraan dan situasi geopolitik," tutur Muzani. "Diskusinya cukup dalam. Alhamdulillah, pemikiran kami nyambung, silaturahmi juga makin erat. Banyak hal penting yang kami bahas."
Di sisi lain, Haedar Nashir menyambut baik kunjungan tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, ia menekankan satu hal penting.
"Kami berdiskusi tentang tantangan geopolitik global," kata Haedar.
"Dan kami sepakat, modal terkuat kita adalah persatuan. Dengan bersatu, seberat apa pun tantangan yang datang, Indonesia insyaallah akan mampu menghadapinya."
Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan nasional saat ini.
"Kami percaya Presiden Prabowo, dengan komitmennya pada konstitusi dan kedaulatan negara, akan membawa Indonesia berdasarkan prinsip kemerdekaan, keadilan, dan peradaban yang manusiawi dalam politik global," imbuhnya. "Termasuk, tentu saja, dalam perjuangan membela Palestina."
Artikel Terkait
Wanita di Cileungsi Jadi Korban Penipuan dan Perampokan Usai Janjian Kencan, Pelaku Masih Buron
Polda Metro Jaya Canangkan Gerakan Pilah Sampah demi Jakarta Bersih dan Asri
Pelataran Candi Borobudur Berubah Jadi Pusat Pelayanan Kesehatan Gratis Jelang Waisak, Target Layani 8.000 Warga
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Hawaii, Tak Picu Peringatan Tsunami