Polisi Semarang Buru Dua Pelaku Bacok Wanita yang Tolong Korban Jambret

- Selasa, 07 April 2026 | 05:50 WIB
Polisi Semarang Buru Dua Pelaku Bacok Wanita yang Tolong Korban Jambret

Polisi di Semarang Timur sedang memburu dua orang pria yang membacok seorang wanita. Korban, seorang perempuan berinisial YH (30 tahun), mengalami luka-luka saat berusaha menolong temannya yang sedang dijambret. Kejadian brutal ini terjadi tepat di depan rumah korban, pada hari Minggu (5/4) lalu.

Menurut sejumlah saksi, awalnya teman korban, ACH (31), sedang menunggu di depan rumah YH untuk berangkat ke gereja bersama. Tiba-tiba, dua pria tak dikenal mendekat dan berusaha merampas barang milik ACH. Melihat hal itu, YH yang berada di dalam rumah langsung keluar untuk membantu.

Nahas, niat baiknya justru berbalas petaka.

Bukannya kabur, pelaku malah membacok YH di bagian wajah. Wanita itu pun langsung roboh dengan luka yang cukup serius. Pelaku kemudian melarikan diri, meninggalkan korban dalam kondisi mengenaskan.

AKBP Andika Dharma Sena, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, membenarkan kejadian ini. Ia menyebut pihaknya telah mengamankan sejumlah rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian.

"Iya, kami sedang mendalami kasus ini. Tim sedang melacak pelakunya," kata Andika, Senin (6/4/2026).

Ia menambahkan, analisis terhadap rekaman CCTV masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi wajah para pelaku yang masih misterius ini.

Informasi yang beredar, korban menerima tidak kurang dari 17 sayatan. Andika pun mengakui hal tersebut, meski masih menunggu konfirmasi resmi dari dokter.

"Informasi sementara memang begitu, sekitar 17 sayatan. Tapi nanti akan kita cocokkan dengan hasil visum untuk kepastiannya," ujar dia.

Hingga saat ini, motif pastinya masih diselidiki. Polisi menduga kuat peristiwa ini berawal dari percobaan jambret yang berujung kekerasan. Pencarian terhadap dua pria yang diduga pelaku masih terus digencarkan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan membantu polisi jika memiliki informasi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar