Serangan Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Warga, Korban Diduga Bertambah

- Senin, 06 April 2026 | 02:45 WIB
Serangan Israel di Beirut Selatan Tewaskan 4 Warga, Korban Diduga Bertambah

Jakarta - Suasana mencekam menyelimuti pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada Minggu (5/4). Serangan udara militer Israel mengguncang kawasan itu, dan akibatnya sungguh tragis: puluhan orang dilaporkan menjadi korban jiwa maupun luka-luka.

Dari berbagai titik yang disasar, kawasan Jnah tampaknya mengalami dampak paling parah. Gedung-gedung apartemen bertingkat di lingkungan Jnah dan Roueiss dilaporkan hancur berantakan dihantam serangan jet tempur.

Seorang sumber dari layanan ambulans Lebanon, yang berbicara kepada kantor berita RIA Novosti, memberikan gambaran suram tentang situasi di lapangan.

"Empat orang tewas, 30 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel di Jnah," ungkapnya.

Ia juga menambahkan peringatan yang bikin merinding: angka korban kemungkinan belum final. "Jumlahnya bisa saja bertambah, mengingat proses evakuasi masih terus berjalan," katanya.

Lokasi ledakan di Jnah ini sendiri cukup sensitif. Posisinya sangat berdekatan dengan kompleks Kedutaan Besar China. Belum lagi, distrik tersebut bukan area biasa. Menurut data, ada sekitar 8.000 pengungsi dari wilayah timur dan selatan Lebanon yang saat ini menempati kawasan itu, menjadikannya salah satu pusat penampungan terbesar.

Serangan ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri. Sejak awal Maret lalu, ketegangan bersenjata antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon sudah memanas dengan cepat. Pemicu awalnya adalah serangan roket Hizbullah ke wilayah Israel, yang kebetulan waktunya beriringan dengan aksi militer Amerika Serikat dan Israel yang menyasar Iran.

Balasan Israel pun datang bertubi-tubi. Mereka melancarkan gempuran besar-besaran ke berbagai titik di Lebanon, merambah dari Lembah Beqaa dan wilayah selatan, hingga sampai ke pinggiran ibu kota Beirut seperti yang terjadi hari ini.

Eskalasi kemudian mencapai level baru ketika, pada pertengahan Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan dimulainya operasi darat di perbatasan selatan Lebanon. Situasi, tampaknya, masih jauh dari kata reda.

(ant/dpi)

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar