London – Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon harus berhenti. Tegas sekali pernyataan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang menyerukan penghentian segala bentuk kekerasan yang menargetkan misi UNIFIL di wilayah selatan Lebanon itu.
“Serangan terhadap misi penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditoleransi dan harus segera dihentikan,” tegas Sanchez.
Pernyataannya itu disampaikan melalui platform X, usai ia berbincang lewat telepon dengan Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, pada hari Senin. Dalam percakapan itu, Sanchez tak lupa menyampaikan dukungan dan solidaritas negaranya untuk Lebanon.
Menurutnya, Lebanon sendiri sebenarnya tidak memilih untuk terjerumus dalam perang ini. “Lebanon tidak memilih perang ini, dan kedaulatan serta integritas wilayahnya harus dihormati,” tulisnya.
Ia juga memuji kontribusi pasukan Spanyol yang tergabung dalam UNIFIL, menyebut pekerjaan mereka sebagai sesuatu yang “terpuji”.
Keberadaan UNIFIL di Lebanon selatan sendiri sudah berlangsung lama, tepatnya sejak 1978. Pasca perang antara Israel dan Hizbullah pada 2006, mandat mereka diperkuat dan diperpanjang berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701. Tujuannya jelas: menjaga stabilitas.
Namun begitu, situasi di lapangan justru memanas belakangan ini. Meski gencatan senjata sebenarnya sudah berlaku sejak November tahun lalu, ketegangan kembali meruncing. Pemicunya adalah serangan lintas batas yang dilakukan kelompok Hizbullah pada awal Maret lalu.
Israel pun membalas. Serangan udara dan darat mereka gencar dilancarkan ke wilayah Lebanon selatan. Imbasnya sangat tragis.
Otoritas Lebanon mencatat, sejak eskalasi terbaru ini, sedikitnya 1.497 orang telah tewas. Korban luka-luka bahkan jauh lebih banyak, angkanya mencapai lebih dari 4.400 orang. Sebuah angka yang sungguh memilukan.
Di tengah situasi yang mencekam ini, seruan Sanchez untuk menghentikan serangan terhadap pasukan perdamaian terdengar lebih mendesak dari sebelumnya. Misi mereka menjaga perdamaian justru menjadi sasaran, sebuah ironi yang pahit.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia U-19 Optimis Hadapi Piala AFF 2026 Usai TC di Yogyakarta
Pemprov DKI Targetkan 12 Sistem Pompa Baru Beroperasi Penuh pada 2027 untuk Antisipasi Banjir
Kerbau Albino Mirip Donald Trump di Bangladesh Viral, Batal Dijadikan Hewan Kurban Idul Adha
Menteri Haji Imbau Jemaah Hindari Lempar Jumrah Siang Hari Akibat Suhu Ekstrem 43 Derajat Celsius di Mina