Di tengah hawa hangat Surabaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara blak-blakan soal tantangan ekonomi yang menghantam Indonesia. Acara silaturahmi dengan keluarga besar KSPSI Jawa Timur itu ia jadikan momen untuk mengajak semua pihak bersinergi. Intinya, kata Sigit, stabilitas nasional harus dijaga bersama di masa dunia yang serba tak pasti ini.
Agenda Safari Ramadan itu sendiri berlangsung di Kantor DPD KSPSI Jatim, di Jalan Raya Lontar Candi Lempung, Selasa (10/3/2026). Suasana cukup khidmat, tapi tetap penuh keakraban.
Jenderal Sigit langsung membuka pembicaraan dengan situasi global yang memanas. Sorotannya tertuju pada konflik di Timur Tengah, tepatnya eskalasi antara Israel, AS, dan Iran. Menurutnya, gejolak di sana bukan cuma urusan politik, tapi sudah menyentuh stabilitas energi dunia.
Lalu bagaimana respons Indonesia? Kapolri membeberkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tak tinggal diam. Diplomasi politik bebas aktif digenjot, bukan cuma untuk mencari celah perdamaian, tapi juga mengamankan pasar ekspor. Upaya negosiasi menurunkan tarif dagang dengan AS dan Eropa diklaim mulai membuahkan hasil.
Tak cuma itu, pemerintah juga sedang memacu 18 rencana hilirisasi strategis. Targetnya jelas: membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya.
Artikel Terkait
Gaspoll Sahur Kupas Adab dan Tata Cara Berdoa agar Dikabulkan
Netanyahu Tegaskan Serangan ke Iran Belum Berakhir, Berseberangan dengan Pernyataan Trump
Wali Kota Jakbar Tegaskan Penyegelan Permanen Atlas Padel, Bangunan Dinilai Tak Layak Izin
Wamen PUPR Dorong Perusahaan Tambang di Sultra Beralih ke Sektor Pariwisata