Roy Suryo Dukung Pelaporan Rismon, Minta Polisi Usut Video Tudingan Dana JK untuk Isu Ijazah Jokowi

- Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB
Roy Suryo Dukung Pelaporan Rismon, Minta Polisi Usut Video Tudingan Dana JK untuk Isu Ijazah Jokowi

Jakarta - Roy Suryo, pakar telematika yang juga tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu Presiden Jokowi, angkat bicara. Kali ini, dia justru mendukung langkah Jusuf Kalla melaporkan Rismon Sianipar ke pihak berwajib. Menurut Roy, laporan itu penting agar penyidik bisa turun tangan meneliti video kontroversial yang beredar. Video itu sendiri menuding JK mendanai isu ijazah Jokowi yang katanya dibuat dengan artificial intelligence.

“Kenapa saya setuju pelaporan? Dengan dilaporkan, penyidik atau nanti polisi atau aparat, itu nanti akan meneliti,” ujar Roy.

Dia menambahkan, penyelidikan nantinya punya dua arah. Pertama, memastikan apakah video itu benar-benar hasil rekayasa AI atau bukan. Kalau pun ternyata buatan AI, menurut Roy, justru itu jadi pintu masuk.

“Oke kalau itu AI, berarti siapa pembuat AI-nya?” lanjutnya dalam program Rakyat Bersuara di iNews, Selasa (7/4/2026).

Roy meyakini, melacak pembuat konten semacam itu bukan hal sulit. Jejak digital seperti alamat IP, katanya, bisa menjadi petunjuk utama. “Karena ada kan, bukan setan, bukan hantu, pasti ada. Dan itu gampang dilacak nanti, IP-nya mana, kemudian munculnya di mana,” paparnya dengan nada percaya diri.

Namun begitu, pelacakan jangan berhenti di situ. Roy juga mendorong penyidik untuk membongkar jaringan yang memviralkan video tersebut. Dia secara spesifik menyebut nama kelompok Ceboker Nusantara.

“Mereka memviralkan nih, banyak banget. Kelompok Ceboker Nusantara itu memviralkan AI itu dan mendukung statement Rp55 miliar,” tutur Roy.

Di sisi lain, versi dari kubuh Rismon Sianipar sama sekali berbeda. Kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, membantah keras kliennya pernah menyebut nama Jusuf Kalla.

“Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK,” tegas Jahmada saat dihubungi Senin (6/4/2026).

Menurut pengacaranya, semua pernyataan yang beredar itu adalah bohong belaka. Jahmada dengan lugas menyebutnya sebagai hasil rekayasa teknologi.

“Semua yang beredar itu hoaks. AI ya,” tegas dia.

Padahal, dalam video yang ramai itu, Rismon terlihat jelas menyeret nama mantan Wapres itu. Dia mengaku menyaksikan sendiri sebuah pertemuan, meski tidak jelas apakah dia terlibat di dalamnya. Dalam tayangan tersebut, Rismon menyebut JK ikut mendanai Roy Suryo dan Dokter Tifa terkait isu ijazah, dengan angka yang disebut mencapai Rp5 miliar.

Jadi, ada dua klaim yang saling bertolak belakang di sini. Satu sisi menyebut ada rekayasa AI, sisi lain bersikukuh video itu asli. Nah, sekarang tinggal menunggu hasil penyelidikan kepolisian yang diharapkan Roy Suryo itu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar