Kisah di Balik Penamaan Gedung Kemenkumham: Gus Dur dan Marsinah
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan penghormatan tinggi dengan menamai gedung utama dan ruang pelayanannya menggunakan nama dua tokoh pahlawan nasional. Gedung utama kini menyandang nama Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sementara ruang layanan pengaduan masyarakat dinamai Marsinah.
Mengenal Filosofi Penamaan Gedung Gus Dur di Kemenkumham
Menteri HAM menyampaikan bahwa pemilihan nama Gus Dur tidak hanya sekadar mengenang mantan Presiden keempat Indonesia tersebut. Lebih dari itu, Gus Dur dipandang sebagai negarawan Indonesia dan pemimpin intelektual dunia yang konsisten mempromosikan nilai-nilai perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan.
Gus Dur dikenal sebagai tokoh yang aktif menentang diskriminasi, rasialisme, dan berbagai bentuk ketidakadilan. Perjuangannya dalam membela kesetaraan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang etnis, ras, maupun agama menjadi warisan berharga bagi bangsa Indonesia.
Kehadiran Gus Dur selalu dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat yang memperjuangkan keadilan, mulai dari masyarakat Papua, Aceh, keturunan Tionghoa, hingga komunitas agama lain. Semangat inklusivitas dan pembelaannya terhadap kaum marginal inilah yang menginspirasi penamaan gedung utama Kemenkumham.
Artikel Terkait
Kemlu Pastikan 45 WNI di Meksiko Aman Usai Operasi Militer Tewaskan Bos Kartel
Timnas Indonesia Bisa Naik ke Peringkat 118 Dunia Jika Juara FIFA Series 2026
Manchester United Tak Terkalahkan di 2026, Posisi Keempat dengan Satu Laga Tertunda
Polisi Amankan 11 Motor Geng yang Buka Paksa Portal JLNT Casablanca