Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tumbuh 7,7% di Awal 2026

- Jumat, 10 April 2026 | 13:40 WIB
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Tumbuh 7,7% di Awal 2026

Kinerja pariwisata kita ternyata cukup menggembirakan di awal tahun ini. Data terbaru dari Kementerian Pariwisata mencatat, hingga akhir Februari 2026, Indonesia sudah kedatangan sekitar 2,35 juta wisatawan mancanegara. Angka ini naik 7,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tren positif ini benar-benar terasa di bulan Februari, di mana kunjungan wisman melonjak 13,37 persen secara tahunan menjadi 1,16 juta.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pun angkat bicara. Menurutnya, data ini menunjukkan tren yang positif.

"Kemenpar terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk memastikan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga semakin berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas,"

ujar Menteri Widiyanti dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

Lalu, dari mana saja mereka datang? Ternyata, tetangga terdekat kita, Malaysia, masih menduduki peringkat teratas. Posisi berikutnya diisi oleh China, Singapura, Australia, dan Timor-Leste. Rupanya daya tarik alam dan budaya kita masih kuat.

Di sisi lain, pergerakan wisatawan lokal atau nusantara juga tak kalah menarik untuk disimak. Pada Februari lalu, tercatat sekitar 91,14 juta perjalanan domestik, tumbuh tipis 0,70 persen. Namun secara kumulatif sejak Januari, angkanya mencapai 193,17 juta perjalanan, sedikit turun 0,17 persen.

Tapi jangan khawatir. Memasuki Maret, semuanya berubah. Momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran seperti menyulut kembali gairah berwisata. Pergerakan wisatawan nusantara pun menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan.

Buktinya? Selama masa libur dan cuti bersama yang panjang, dari 13 hingga 29 Maret 2026, terjadi lonjakan yang cukup fantastis. Kementerian Perhubungan mencatat, perjalanan menuju 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif mencapai 12,77 juta perjalanan. Itu artinya tumbuh hampir 19 persen dari tahun sebelumnya!

Momentum liburan nasional seperti ini, dalam pandangan Menteri Widiyanti, punya peran ganda. Selain mendorong aktivitas pariwisata, ia juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Pengusaha di sektor pariwisata dan UMKM di berbagai daerah pasti merasakan dampak positifnya.

Secara keseluruhan, Widiyanti optimis. Di tengah dinamika geopolitik global yang serba tidak pasti, sektor pariwisata Indonesia justru menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan. Hal ini tercermin dari dua sisi: kunjungan wisman yang naik dan perjalanan wisatawan nusantara yang kembali bergairah.

Untuk menjaga momentum ini, pemerintah tak boleh lengah. Widiyanti menegaskan, pemantauan yang cermat dan langkah strategis yang terukur akan terus diperkuat. Tujuannya jelas: bukan cuma mengejar angka, tapi juga meningkatkan daya saing dan kualitas pariwisata kita ke depannya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar