Inovasi Empon-empon UGM: Puding Instan & Permen Jeli untuk Kesehatan

- Kamis, 06 November 2025 | 10:54 WIB
Inovasi Empon-empon UGM: Puding Instan & Permen Jeli untuk Kesehatan
Inovasi Empon-empon oleh Mahasiswa UGM: Puding Instan & Permen Jeli

Inovasi Mahasiswa UGM: Olah Empon-empon Jadi Puding Instan dan Permen Jeli

Empon-empon atau rempah-rempah tradisional Indonesia seperti kunyit, jahe, temulawak, dan kencur kini diolah menjadi camilan kekinian. Inovasi ini hadir berkat kreativitas mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mengubah bahan jamu ini menjadi produk pangan modern seperti puding instan dan permen jeli.

Gagasan PKM-PM UGM untuk Kembangkan Potensi Lokal

Inovasi pengolahan empon-empon ini digagas oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) UGM. Tim yang terdiri dari Oxana F.M. Simatupang, Diah Nasywa Wijaya, Gadiza Larasayu Ginantika, Syntia Elsa Manora Simarmata, dan Melati Putri Ramadhani ini melihat potensi besar komoditas tradisional yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Melalui program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), mereka memberdayakan masyarakat di Kampung Empon-Empon, Dusun Ngalian, Sleman. Kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Lestari dipilih sebagai mitra utama untuk mengembangkan produk olahan berbasis rempah lokal.

Produk Inovatif: Pudak Kunir dan Gendis Empon

Serangkaian pelatihan dan pendampingan praktis menghasilkan produk pangan inovatif bernilai jual. Dua produk unggulan yang berhasil diciptakan adalah:

  • Pudak Kunir: Puding instan berbahan dasar kunyit.
  • Gendis Empon: Permen jeli yang terbuat dari temulawak.

Seluruh anggota PKK terlibat aktif, mulai dari menanam empon-empon di pekarangan, mengolah hasil panen, hingga proses pengemasan akhir yang menarik dan layak jual.

Pendampingan Lengkap: Dari Pengolahan hingga Pemasaran Digital

Tim PKM-PM UGM tidak hanya memberikan pelatihan pengolahan. Pendampingan intensif juga mencakup desain kemasan, strategi pemasaran digital, dan pengurusan izin usaha. Produk-produk ini mulai dipasarkan melalui kerja sama dengan Posyandu Lestari dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sleman, serta akan diedarkan lebih luas via platform e-commerce.

Dampak Positif bagi Masyarakat

Ketua PKK Lestari, Titik, menyambut antusias program ini. Ia mengungkapkan bahwa program ini membuka wawasan warga tentang potensi ekonomi tanaman empon-empon, memberikan nilai tambah, dan menciptakan sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Inisiatif mahasiswa UGM ini membuktikan bahwa kekayaan rempah lokal Indonesia memiliki peluang besar untuk diolah menjadi peluang ekonomi baru yang inovatif dan menjanjikan.

Komentar