JAKARTA – Pagi ini, Selasa (24 Maret 2026), suasana di ruas Tol Jakarta-Cikampek terbilang ramai namun masih lancar. Puncak arus balik Lebaran tahun ini memang diprediksi mulai terjadi sejak hari ini. Dari pantauan CCTV, sudah terlihat riak-riak kemacetan, terutama di Gerbang Tol Cikampek Utama 2. Kendaraan dari arah Trans Jawa mulai berdatangan dan memadati gerbang tersebut.
Antrean sempat mengular di loket pembayaran sekitar pukul 08.40 WIB tadi. Tapi tenang, antreannya tidak sampai parah. Setelah melewati gerbang tol, arus langsung kembali lancar. Kendaraan melaju dengan kecepatan normal, baik di jalur utama maupun di lajur contraflow yang sudah disiapkan.
Mayoritas kendaraan yang melintas adalah mobil pribadi. Hanya sesekali terlihat bus-bus angkutan lebaran melintas. Di sisi lain, arus menuju ke arah Trans Jawa juga terpantau ramai lancar, meski hanya mengandalkan dua lajur yang beroperasi.
Kebijakan besar sudah menanti di penghujung hari. Sistem satu arah atau one way nasional untuk arus balik menuju Jakarta resmi dimulai hari ini juga.
“Prioritas untuk traffic yang cukup tinggi adalah one way nasional arus balik yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 besok pada pukul 14.00,” jelas Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, kepada awak media sehari sebelumnya.
Menurutnya, flag off kebijakan ini akan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didampingi sejumlah menteri. Sosialisasi pun telah dilakukan oleh Korlantas untuk mengantisipasi hari-hari padat ini.
Rentang pelaksanaan one way cukup panjang. Akan diterapkan di sepenggal jalan dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, terus hingga KM 70 di Gerbang Tol Cikampek Utama. Intinya, perjalanan panjang para pemudik yang kembali ke Ibu kota mulai hari ini akan mendapat pengaturan ketat. Semoga saja semua berjalan lancar.
Artikel Terkait
Cloudflare PHK 20 Persen Karyawan, Beralih ke Sistem Kecerdasan Buatan
Gubernur Pramono Majukan Jadwal Car Free Day Sudirman-Thamrin Mulai 05.30 WIB per 1 Juni 2026
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 146,2 Miliar Dolar AS per Akhir April 2026
Cadangan Devisa Indonesia Turun Jadi 146,2 Miliar Dolar AS per April 2026