CGS International Tanam 2.500 Bibit Mangrove Serentak di 5 Provinsi Dukung Net Zero 2060

- Minggu, 02 November 2025 | 04:25 WIB
CGS International Tanam 2.500 Bibit Mangrove Serentak di 5 Provinsi Dukung Net Zero 2060
CGS International Tanam 2.500 Bibit Mangrove di 5 Provinsi - Dukung Net Zero 2060

CGS International Tanam 2.500 Bibit Mangrove di 5 Provinsi untuk Dukung Net Zero 2060

IDXChannel - CGS International Sekuritas Indonesia, dengan dukungan penuh dari Bursa Efek Indonesia (BEI), telah melaksanakan aksi penanaman mangrove secara serentak di lima provinsi. Sebanyak 2.500 bibit mangrove ditanam dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental, Social, and Governance (ESG) ini.

Lokasi Penanaman Mangrove Serentak

Penanaman mangrove ini tersebar di beberapa titik pesisir strategis di Indonesia, yaitu:

  • Tangerang, Banten (Pos AL Tanjung Pasir)
  • Jawa Tengah (Pantai Mangunharjo)
  • Jawa Timur (Wonorejo)
  • Kalimantan Barat (Mempawah)
  • Sulawesi Tenggara (Baubau)

Komitmen Nyata terhadap Roadmap ESG dan Net Zero

Presiden Direktur CGS International Sekuritas Indonesia, Lim Kim Siah, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bukti nyata dan konsistensi perusahaan dalam mengimplementasikan peta jalan ESG.

Lebih lanjut, Lim Kim Siah menyatakan, "Program ESG penanaman mangrove ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata kami terhadap program pemerintah Indonesia yang telah dicanangkan, yaitu mencapai nol emisi karbon (net zero emission) pada tahun 2060."

Manfaat dan Dampak Jangka Panjang Penanaman Mangrove

Penanaman mangrove yang dilakukan secara berkala setiap tahun ini diharapkan memberikan berbagai manfaat, antara lain:

  • Memperbaiki struktur tegakan dan tutupan vegetasi mangrove yang semakin rapat dan sehat.
  • Restorasi keanekaragaman hayati (biodiversitas) dengan meningkatnya jumlah fauna khas mangrove.
  • Terbentuknya diversifikasi ekonomi bagi masyarakat di sekitar area penanaman.
  • Berkontribusi signifikan dalam pengurangan emisi karbon di atmosfer dalam jangka panjang.

Program ini tidak hanya berfokus pada restorasi ekosistem pesisir, tetapi juga mendukung ketahanan lingkungan terhadap ancaman abrasi pantai.

Kolaborasi dengan Seasoldier dan Monitoring Berkelanjutan

Melalui kolaborasi dengan organisasi lingkungan Seasoldier, program ini diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi mangrove nasional sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pelestarian bumi.

Founder & COO Seasoldier, Dinni Septianingrum, mengingatkan bahwa Indonesia yang dikaruniai seperempat luas mangrove dunia tetap menghadapi ancaman serius seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan polusi sampah.

"Yang kami lakukan adalah memastikan pertumbuhan setiap bibit yang ditanam itu baik dan bermanfaat melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang berkesinambungan," pungkas Dinni.

Kegiatan ini menegaskan komitmen dunia usaha dalam mendukung sustainability dan aksi iklim di Indonesia.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar