Sebuah insiden penembakan terjadi di kompleks masjid di kawasan Clairemont, San Diego, Amerika Serikat, yang mengakibatkan tiga orang tewas. Kepolisian setempat menyatakan bahwa situasi telah terkendali setelah adanya laporan mengenai keberadaan penembak aktif di kota tersebut.
Kepala Polisi San Diego, Scott Wahl, mengonfirmasi bahwa tiga orang dewasa meninggal dunia di Pusat Islam setempat. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban yang tengah diberi tahu mengenai peristiwa yang menimpa orang-orang yang mereka cintai.
“Hati kami turut berduka cita kepada keluarga yang saat ini sedang diberitahu tentang apa yang telah terjadi pada orang yang mereka cintai,” ujar Wahl.
Wahl menambahkan bahwa aparat kepolisian berhasil melumpuhkan pelaku penembakan. Dua orang tersangka dilaporkan tewas dalam insiden tersebut. Ia memastikan tidak ada lagi ancaman lanjutan di wilayah sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, seorang saksi mata yang berbicara kepada CBS News, mitra BBC di AS, mengaku mendengar hingga 30 suara tembakan yang ia duga berasal dari senjata semi-otomatis. Ia menuturkan bahwa pertama kali terdengar sekitar selusin tembakan, kemudian jeda, lalu diikuti oleh selusin tembakan lagi.
Pria yang sudah pensiun itu tengah makan siang di rumah saat kejadian berlangsung. Ia segera menghubungi nomor darurat 911, dan petugas tiba di lokasi dalam waktu lima hingga sepuluh menit. Ia juga menyebut bahwa masjid tersebut sangat ramai selama hari libur.
“Untungnya itu tidak terjadi pada hari Jumat. Karena jalanan akan penuh dengan orang,” katanya.
Artikel Terkait
Kasus Gadis di Sungai Main Terungkap Setelah 25 Tahun, Interpol Tangkap Ayah Kandung sebagai Pelaku Pembunuhan
Baznas Luncurkan Program Kurban Berkah Berdayakan Desa, Salurkan Daging hingga ke Pelosok Negeri
Kesehatan Mental Remaja Australia Mulai Pulih dari Dampak Pandemi, Namun Belum Kembali ke Level Pra-COVID
Jawa Barat Hapus Zonasi di 41 Sekolah Maung, Pendaftaran Hanya Berdasarkan Prestasi