PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA), bagian dari Sintesa Group, memutuskan untuk membagikan dividen final sebesar Rp285 per saham kepada para pemegang sahamnya. Pembagian dividen tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal bulan depan.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Mei 2026. Dalam rapat tersebut, para pemegang saham menyetujui usulan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp289,3 miliar. Angka itu setara dengan Rp315 per saham.
Jumlah tersebut sudah memperhitungkan dividen interim yang telah dibagikan pada akhir 2025 lalu, yakni sebesar Rp27,5 miliar atau ekuivalen dengan Rp30 per saham. Dengan demikian, sisa dividen yang akan disalurkan kepada pemegang saham mencapai Rp261,8 miliar atau setara dengan Rp285 per saham.
Sepanjang tahun lalu, emiten yang bergerak di sektor barang konsumsi ini mencatatkan pendapatan sebesar Rp13,1 triliun. Realisasi itu menurun 2,2 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp409 miliar, relatif stabil dari tahun sebelumnya.
Segmen produk konsumer masih menjadi kontributor utama pendapatan dengan sumbangan mencapai 95,90 persen atau setara Rp12,53 triliun. Dalam bisnis ini, perseroan bertindak sebagai distributor untuk sejumlah merek terkenal, seperti susu bayi SGM, S26, Nutrilon Royal, hingga produk makanan dan minuman seperti Dua Belibis dan Heineken.
Hingga 31 Desember, TGKA memiliki ekuitas sebesar Rp2,42 triliun. Ekuitas tersebut ditopang oleh saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp2,27 triliun.
Berikut jadwal pembagian dividen final TGKA yang diumumkan pada Senin, 18 Mei 2026. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi akan berlangsung pada 22 Mei 2026, disusul ex dividen di pasar yang sama pada 25 Mei 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen jatuh pada 26 Mei 2026, sedangkan ex dividen pada 29 Mei 2026. Pembayaran dividen kepada pemegang saham dijadwalkan pada 5 Juni 2026.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,85 Persen ke 6.599, Seluruh Sektor Tertekan Aksi Jual Massif
IHSG Anjlok 1,85% ke 6.599, Terseret Aksi Jual Masif dan Pelemahan Rupiah
Lebih dari 2.000 Mahasiswa Buka Rekening Baru di Kuartal I 2026, KISI Genjot Literasi Investasi
GMTD Bagikan Dividen Rp4,1 Miliar untuk Tahun Buku 2025, Setara Rp4,03 per Saham