PT Indosat Tbk (ISAT) bersama entitas anaknya, PT Aplikanusa Lintasarta, resmi menambah modal PT Infra Fiber Teknologi melalui mekanisme inbreng aset fiber optik senilai Rp2,5 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengoptimalkan aset infrastruktur telekomunikasi yang dimiliki.
Aset yang diinbrengkan mencakup jaringan backbone, akses, dan kabel serat optik bawah laut domestik. Nilai buku dari aset tersebut setara dengan sekitar 34,2 persen dari total ekuitas perseroan, sebagaimana tercantum dalam prospektus terbaru yang diterbitkan pada Senin, 11 Mei 2026.
Transaksi ini merupakan kelanjutan dari strategi co-investment atas aset fiber milik ISAT dan Lintasarta yang pertama kali diumumkan pada Desember 2025. Rencana tersebut kemudian mengalami amandemen pada Mei 2026 sebelum akhirnya direalisasikan.
Setelah proses inbreng rampung, ISAT dan Lintasarta berencana melepas sebagian kepemilikan saham di PT Infra Fiber Teknologi kepada PT Ainfrastruktur Indonesia Raya yang bertindak sebagai investor pihak ketiga. Meski demikian, perseroan belum mengungkapkan besaran porsi saham yang akan dilepas maupun nilai transaksi divestasi tersebut.
Di sisi lain, langkah ini tidak hanya bertujuan mengoptimalkan aset infrastruktur telekomunikasi milik ISAT, tetapi juga membuka peluang pendanaan dan pengembangan jaringan fiber secara lebih agresif melalui skema kemitraan investasi. Dengan demikian, perusahaan dapat memperkuat posisinya di sektor infrastruktur digital nasional tanpa harus menanggung beban pendanaan secara penuh.
Artikel Terkait
30.000 Calon Jamaah Haji Indonesia Selesaikan Pemeriksaan Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta
Kadin Tahan Ekspansi Bisnis hingga 2026 Akibat Risiko Global dan Pelemahan Rupiah
Putra Mahmoud Abbas Rebut Kursi Komite Pusat Fatah, Marwan Barghouti Pimpin Suara Tertinggi
Kemenag Pantau Hilal di 88 Titik untuk Tentukan Awal Zulhijah 1447 H