BMKG: Hujan Sedang hingga Lebat Disertai Petir Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Sulsel, Minggu

- Minggu, 17 Mei 2026 | 09:00 WIB
BMKG: Hujan Sedang hingga Lebat Disertai Petir Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Sulsel, Minggu

Wilayah Sulawesi Selatan pada Minggu (17/5/2026) diprakirakan akan diselimuti kondisi berawan hingga diguyur hujan dengan intensitas ringan dan sedang di sejumlah titik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, terutama di bagian utara dan timur provinsi ini.

Pada pagi hari, hujan ringan hingga sedang berpotensi turun di wilayah Palopo, Wajo, Luwu, Luwu Utara, Sidrap, Enrekang, Tana Toraja, Toraja Utara, serta Pinrang. Sementara itu, daerah lainnya diprakirakan akan mengalami kondisi berawan.

Memasuki siang hingga sore hari, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan meluas ke hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan. Fenomena ini perlu diantisipasi oleh masyarakat yang tengah beraktivitas di luar ruangan.

Memasuki malam hari, cuaca umumnya kembali berawan. Namun, hujan ringan masih berpotensi mengguyur Luwu Utara, Luwu Timur, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, Bulukumba, Bantaeng, dan Jeneponto. Di sisi lain, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Gowa, Sinjai, dan Bone.

Kondisi berawan diperkirakan bertahan hingga dini hari. Meski demikian, hujan ringan masih berpotensi turun di Pinrang, Parepare, Barru, Pangkep, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, Bulukumba, Sinjai, serta Kepulauan Selayar.

Dalam prakiraan cuaca tersebut, suhu udara di Sulawesi Selatan berkisar antara 19 hingga 30 derajat Celsius. Kelembapan udara berada di angka 80 hingga 100 persen, sementara angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.

Masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir dan tanah longsor, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Langkah antisipatif sejak dini dinilai penting untuk meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags