PT Indonesia Belarus Jaya, anak usaha Jaya Group, menandatangani nota kesepahaman bisnis dengan sejumlah perusahaan asal Belarusia yang nilainya mencapai Rp7 triliun. Langkah ini dinilai menjadi strategi penting untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus membuka pasar yang lebih kompetitif bagi kedua negara.
CEO Jaya Group, Tomy Suhartanto, menegaskan bahwa pembentukan PT Indonesia Belarus Jaya merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung hubungan bilateral Indonesia-Belarusia di sektor perdagangan dan industri. “PT Indonesia Belarus Jaya adalah perusahaan yang dibentuk di bawah naungan Jaya Group. Fokus dan perhatian kami adalah mendukung dan melakukan aksi nyata untuk kerja sama bilateral Indonesia dan Belarusia,” ujar Tomy dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu, 17 Mei 2026.
Menurut Tomy, kerja sama ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi unggulan kedua negara agar dapat saling diserap dan dimanfaatkan oleh pasar masing-masing. “Perhatian kami dalam kerja sama ini adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada di kedua negara. Indonesia memiliki komoditas seperti kakao dan kelapa sawit, sementara produk-produk Belarus yang dapat diserap dan dimanfaatkan di Indonesia antara lain susu, kabel dan kawat, serta pupuk,” jelasnya.
PT Indonesia Belarus Jaya menandatangani nota kesepahaman dengan empat perusahaan Belarusia, yakni OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade. Tomy menekankan bahwa penandatanganan ini tidak semata-mata untuk kepentingan bisnis, tetapi juga untuk mendukung agenda strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan ekonomi internasional Indonesia. “Tujuan kami menandatangani MoU ini selain untuk mendukung pemerintah, juga untuk memberikan daya saing yang kompetitif bagi pasar Indonesia,” paparnya.
Ia juga menegaskan komitmen Jaya Group dalam menjaga reputasi Indonesia di kancah internasional. “Jaya Group berkomitmen menjaga nama baik Indonesia dan memberikan yang terbaik untuk bangsa Indonesia,” tegas Tomy.
Sementara itu, penandatanganan kerja sama bisnis ini berlangsung bersamaan dengan penandatanganan Agreed Minutes Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarusia Bidang Kerja Sama Ekonomi. Dokumen tersebut ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Republik Belarusia Viktor Karankevich. “Kesepahaman yang telah dicapai dalam SKB ini harus dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Belarusia,” ujar Airlangga.
Tomy optimistis hubungan ekonomi kedua negara akan terus bertumbuh ke depan. Menurut dia, fondasi hubungan Indonesia-Belarusia telah dibangun sejak era Presiden Abdurrahman Wahid dan memiliki peluang besar untuk berkembang lebih optimal pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Artikel Terkait
Fosil Dinosaurus Raksasa Nagatitan Ditemukan di Thailand, Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara
Persija Jakarta Bidik Bozidar Bandovic sebagai Pelatih Baru Musim Depan
Solar Shell Kembali Tersedia, Harga Emas Antam Naik Rp40 Ribu per Gram
Bupati Bone Resmi Buka MAXI DAY Yamaha 2026, Jadi Tuan Rumah Perdana untuk Wilayah Sulselbar