Puncak perayaan satu abad Nahdlatul Ulama bakal digelar besok, Sabtu (31/1). Lokasinya di Istora Senayan, Jakarta. Acara besar ini rencananya bakal dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Tak cuma itu, undangan juga sudah disebar ke para menteri kabinet dan pimpinan berbagai lembaga negara.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, tampak optimis. Dari Kantor PBNU di Jakarta, Jumat (30/1), ia menyebut hampir semua undangan sudah mengonfirmasi kehadiran.
"Insyaallah semuanya akan hadir. Kami sudah mengirim undangan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, juga kepada seluruh menteri kabinet dan pimpinan-pimpinan badan serta lembaga, para dubes, kami juga kirim semua undangan dan hampir semuanya sudah mengkonfirmasi kehadiran," ujar Gus Yahya.
"Mudah-mudahan besok Bapak Presiden tidak berhalangan juga bisa hadir bersama-sama kami," harapnya.
Skala acaranya memang masif. Diperkirakan tak kurang dari 10.000 orang akan memadati Istora. Mereka adalah perwakilan dari seluruh struktur organisasi NU. Mulai dari jajaran Tanfidziyah dan Syuriyah, para mustasyar dan a'wan, hingga badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, dan Ansor. Semua berkumpul.
Yang bikin suasana makin istimewa, hadirnya para kiai sepuh dan pimpinan pondok pesantren besar dari berbagai penjuru Indonesia. Perwakilan dari 38 pengurus wilayah dan 548 pengurus cabang NU se-Indonesia juga sudah berada di Jakarta. Pokoknya, ini jadi pertemuan akbar warga NU.
Menurut Gus Yahya, situasi internal NU sendiri sedang kondusif. Pasca pertemuan penting di Pondok Pesantren Lirboyo akhir Desember lalu, ada semangat kuat untuk merajut kembali kebersamaan.
"Ishlah diterapkan untuk menghapus semua perbedaan dan perselisihan dan kembali kepada default, kembali kepada asal keberadaan PBNU ini sebelum terjadi perselisihan. Dan saya kira kita semua juga sudah tahu kemarin sore sudah terjadi semacam peneguhan tentang hal itu," tambahnya.
Intinya, semua pihak sepakat untuk melanjutkan perjalanan sejarah NU, merujuk kembali pada jejak para pendahulu seperti Kiai As'ad Syamsul Arifin, Syaikhuna Kholil Bangkalan, hingga Hadratus Syaikh Kiai Muhammad Hasyim Asy'ari.
Di sisi lain, persiapan menuju masa depan juga terus digeber. Roadmap 25 tahun NU pasca Muktamar Lampung mulai digodok. Bahkan, sudah diuji publik lewat halaqah di Makassar akhir Januari lalu.
Tak cuma itu, ada lagi agenda strategis yang bakal diluncurkan. Ini terkait kerja sama internasional.
"Sore ini, ada peluncuran Nahdlatul Ulama Harvest Maslahah Initiative ya. Jadi inisiatif program yang merupakan kerja sama internasional Nahdlatul Ulama dengan entitas bisnis internasional dalam hal ini adalah Harvest Corporation yang berbasis di Singapura," jelas Gus Yahya.
"Jadi ini adalah inisiatif untuk membangun satu basis pelayanan syariah global bersama-sama dengan Harvest Corporation dan kami namai agenda ini sebagai Nahdlatul Ulama Harvest Maslahah Initiative. Sore ini nanti insyaallah akan kami luncurkan," pungkasnya.
Jadi, perhelatan besok bukan sekadar seremoni. Tapi juga momentum ishlah, silaturahmi akbar, dan lompatan NU menuju kiprah globalnya.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu