Kejati Riau Geledah Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Terkait Dugaan Tindak Pidana Kepelabuhanan

- Rabu, 15 April 2026 | 22:30 WIB
Kejati Riau Geledah Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Terkait Dugaan Tindak Pidana Kepelabuhanan

Pekanbaru - Suasana di Kantor KSOP dan PT Pelabuhan Indonesia di Dumai mendadak tebal Rabu kemarin. Tim Pidana Khusus Kejati Riau mendatangi kedua lokasi itu untuk melakukan penggeledahan. Ruang-ruang kerja disisir, aktivitas kantor pun sempat terganggu.

Charles Aprianto, Kabag Intel Kejari Dumai, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, penggeledahan ini terkait penyelidikan dugaan tindak pidana di sektor kepelabuhanan. Tapi soal detail perkara, dia mengaku tak banyak tahu. "Kami cuma membantu saja," ujarnya.

"Memang benar ada kegiatan penggeledahan oleh Tim Kejati Riau, dan Kejari Dumai sifatnya hanya membantu. Untuk keterangan lebih lanjut akan disampaikan oleh penerangan hukum Kejati Riau,"

Katanya, keterangan itu disampaikan dari Pekanbaru, Rabu lalu.

Di sisi lain, pengamanan ketat terlihat jelas di lokasi. Aparat kepolisian berjaga, membatasi akses. Wartawan yang meliput pun cuma bisa mengintip dari balik pagar, tak diizinkan masuk ke dalam area kantor.

Di depan Kantor Pelindo Dumai, sebuah mobil dinas boks milik Seksi Barang Buksi terparkir di teras. Beberapa polisi berseragam lengkap mengawalnya. Sementara di Kantor KSOP, dua personel polisi berdiri di pintu masuk. Beberapa pegawai Kejari Dumai terlihat sibuk keluar masuk.

Humas KSOP Dumai, Sabar, mengiyakan bahwa penggeledahan sudah berjalan sejak pagi. "Mulai sekitar setengah sepuluh pagi," jelasnya. Sampai sore hari, kegiatan itu masih berlangsung. Dia menyebut ada sekitar dua puluh petugas Pidsus Kejati Riau yang terlibat.

Tapi ketika ditanya soal apa sebenarnya yang dicari, Sabar menolak berkomentar. Dia cuma bilang, tanya saja langsung ke Kejati Riau untuk info lebih lengkap.

Nah, dari informasi yang beredar, penggeledahan ini diduga kuat ada kaitannya dengan layanan pemanduan kapal. Isunya sih, menyangkut penerimaan keuangan negara. Tapi sekali lagi, ini masih dugaan. Semuanya masih dalam tahap penyelidikan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar