Di Ruang Oval yang terang, Donald Trump menyampaikan harapannya: Iran lebih baik memilih meja perundingan daripada harus berhadapan dengan militer Amerika Serikat. Nada suaranya terdengar seperti peringatan, tapi juga seperti ajakan.
Menurutnya, armada yang dikerahkan Washington ke dekat Iran saat ini bahkan lebih besar dari yang pernah dikirim untuk urusan Venezuela di awal Januari lalu. Tapi, anehnya, Trump justru meramalkan Teheran bakal mengambil jalan damai. Dia yakin mereka akan datang untuk berunding.
"Saya bisa bilang begini, mereka sebenarnya ingin mencapai kesepakatan," ujar Presiden AS itu kepada para wartawan.
Pernyataannya itu disampaikan Sabtu lalu, mengutip laporan kantor berita asing.
Lalu, ada soal tenggat waktu. Saat ditanya apakah dia sudah memberi batas waktu pada Iran untuk memulai pembicaraan soal program nuklir dan rudal mereka, jawab Trump singkat dan tegas: "Sudah."
Artikel Terkait
Kaesang Pangarep Siap Peras Darah Demi Kemenangan PSI di 2029
Ma Dong-seok dan Lisa BLACKPINK Bikin Heboh, Syuting Film di Jakarta Libatkan Rekayasa Lalu Lintas
Kaesang Menangis di Hadapan Kader, Berjanji Besarkan PSI
Iran Tegas: Siap Bicara dengan AS, Asal Tak Ada Ancaman di Balik Meja