BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri

- Selasa, 17 Maret 2026 | 21:30 WIB
BEI Tetapkan Libur Perdagangan 5 Hari Berturut-turut Maret 2026 untuk Nyepi dan Idulfitri

Bagi para investor yang tengah menyusun strategi, ada kabar penting dari Bursa Efek Indonesia. Menjelang perayaan Nyepi dan Idulfitri tahun depan, BEI resmi mengumumkan jadwal libur perdagangan yang cukup panjang. Rinciannya bisa dilihat di laman resmi mereka, terakhir diunggah Selasa kemarin.

Singkatnya, pasar modal akan sepi selama lima hari berturut-turut. Libur dimulai Rabu, 18 Maret 2026, dan baru berakhir Selasa pekan depannya, tanggal 24 Maret. Jadi, siap-siap saja, tidak akan ada aktivitas jual-beli saham sepanjang periode itu.

Nah, untuk dua hari pertama, Rabu dan Kamis (18-19 Maret), itu adalah cuti bersama sekaligus libur Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Lalu, liburan berlanjut untuk Idulfitri 1447 Hijriah.

Di sisi lain, ada hal yang menarik. Meski cuti bersama Idulfitri secara nasional jatuh pada tanggal 21 dan 22 Maret, dua hari itu tidak mempengaruhi kalender bursa. Kenapa? Ya, karena kebetulan jatuh di akhir pekan, Sabtu dan Minggu, di mana pasar memang sudah tutup biasa. Alhasil, libur bursa untuk Lebaran tetap berlangsung dari Jumat, 20 Maret, hingga Selasa, 24 Maret.

Dampaknya? Bulan Maret 2026 nanti akan terasa singkat untuk urusan transaksi. Total hari perdagangan yang tersisa cuma 17 hari. Jelas ini lebih sedikit ketimbang bulan-bulan biasa yang biasanya punya 20 sampai 23 hari bursa. Lumayan, ya.

Tapi jangan khawatir. Meski pasar tutup dan tak ada transaksi, bukan berarti kita hanya bisa berdiam diri. Momen libur panjang ini justru bisa dimanfaatkan untuk evaluasi portofolio, membaca laporan, atau menyiapkan strategi baru. Dengan perencanaan yang matang, peluang untuk mendapat keuntungan pasca-Lebaran tetap terbuka lebar.

Berikut rincian lengkap jadwal liburnya:

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar