London Rabu dini hari nanti, Stamford Bridge bakal jadi saksi sebuah misi yang hampir mustahil. Chelsea harus menaklukkan Paris Saint-Germain dengan selisih tiga gol, atau lebih, jika ingin bertahan di Liga Champions. Kenapa? Karena di Paris pekan lalu, mereka dibekap dengan skor telak 2-5. Remontada? Ya, itu satu-satunya harapan.
Namun begitu, langkah mereka terasa sangat berat. Performa The Blues sedang tidak karuan. Kekalahan 0-1 dari Newcastle United di akhir pekan adalah buktinya itu sudah jadi kekalahan ketiga dalam lima laga terakhir. Momentum jelas tidak berada di pihak mereka.
Sejarah pun tak berpihak. Faktanya, Chelsea belum pernah sekalipun berhasil membalikkan keadaan di kompetisi Eropa saat tertinggal tiga gol dari leg pertama tandang. Rekor itu menggantung seperti awan gelap di atas kepala.
Masalah terbesar ada di pertahanan. Di Parc des Princes, mereka tampak ambruk di 20 menit terakhir, membiarkan PSG mendaratkan tiga pukulan mematikan. Dan ada satu nama yang jadi mimpi buruk: Khvicha Kvaratskhelia.
Pemain pengganti itu datang bagai badai, menyumbang dua gol dan satu assist, mengubah permainan sepenuhnya.
Di sisi lain, PSG datang dengan kondisi yang jauh lebih segar. Mereka bahkan tidak perlu main di liga domestik akhir pekan kemarin. Tim Luis Enrique ini juga punya catatan tandang yang mengerikan empat kemenangan dari lima laga terakhir.
Ingat pertemuan terakhir mereka di Stamford Bridge? Musim 2015/16, PSG menang 2-1. Dan kali ini, mereka punya motivasi ekstra: balas dendam atas kekalahan di final Piala Dunia Antarklub musim panas lalu.
Artikel Terkait
Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek Antisipasi Puncak Arus Mudik
Wali Kota Jakarta Barat Imbau Warga Pastikan Keamanan Rumah Sebelum Mudik Lebaran 2026
Bocah 7 Tahun Terseret Arus Ditemukan Meninggal di Sungai Bendo Mongal Kediri
Pemudik Motor di Bekasi Antisipasi Perjalanan Molor Hingga 16 Jam